Rajagaluh (KEMENAG) — Dua murid MAN 2 Majalengka, Kaynis Audly kelas XI dan Paiz Alfarizi kelas XII, tampil sebagai perwakilan madrasah dalam Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Madrasah Kabupaten Majalengka cabang lomba pidato Bahasa Arab yang dilaksanakan di MAN 3 Majalengka pada Senin (10/8/2026).
Keduanya tampil menyampaikan pidato Bahasa Arab di hadapan dewan juri dan peserta dari berbagai madrasah di Kabupaten Majalengka. Keikutsertaan Kaynis dan Paiz menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Arab, khususnya dalam keterampilan berbicara di depan umum.
Sebelum mengikuti perlombaan, Kaynis dan Paiz mendapatkan pendampingan dari Enok Milhah, M.Pd., dan H. Enday Hidayat, S.Ag. Berbagai persiapan dilakukan untuk meningkatkan penguasaan materi, pelafalan, intonasi, ekspresi, serta kesiapan mental sebelum tampil di hadapan dewan juri.
Pendamping lomba, Enok menyampaikan bahwa keikutsertaan murid dalam PORSENI merupakan bagian dari proses pembinaan untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun keberanian dan kepercayaan diri.
“Kami terus memberikan motivasi dan pendampingan kepada Kaynis dan Paiz agar dapat tampil sebaik mungkin. Bagi kami, keberanian untuk tampil dan pengalaman mengikuti kompetisi merupakan bagian penting dalam proses pembinaan. Semoga keduanya dapat mengambil pengalaman sebanyak-banyaknya dari perlombaan ini dan terus meningkatkan kemampuan Bahasa Arab,” ungkap Enok.
Hal senada disampaikan Enday, menurutnya, lomba pidato Bahasa Arab menjadi wadah bagi murid untuk mengasah kemampuan komunikasi sekaligus memperdalam keterampilan berbahasa Arab.
“PORSENI menjadi kesempatan yang baik bagi murid untuk menguji kemampuan yang selama ini mereka latih. Kami berharap Kaynis dan Paiz mampu tampil percaya diri, menjunjung sportivitas, serta menjadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus belajar dan berprestasi,” tutur Enday.
Kaynis mengaku senang mendapatkan kesempatan untuk mewakili MAN 2 Majalengka dalam cabang lomba pidato Bahasa Arab.
“Saya merasa senang dan bersyukur bisa mewakili MAN 2 Majalengka. Sebelum tampil memang ada rasa gugup, tetapi saya berusaha percaya diri dan memberikan penampilan terbaik. Dari lomba ini saya mendapatkan pengalaman untuk lebih berani berbicara menggunakan Bahasa Arab di depan banyak orang,” ujar Kaynis.
Sementara itu, Paiz menilai keikutsertaannya dalam PORSENI menjadi pengalaman berharga untuk mengevaluasi kemampuan sekaligus belajar dari peserta lainnya.
“Mengikuti lomba ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Saya bisa belajar dari peserta lain dan mengetahui hal-hal yang masih perlu saya tingkatkan. Saya berharap pengalaman ini dapat menjadi motivasi untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan,” ungkap Paiz.
Keikutsertaan Kaynis dan Paiz dalam PORSENI cabang pidato Bahasa Arab menjadi bagian dari komitmen MAN 2 Majalengka dalam memberikan ruang kepada murid untuk mengembangkan bakat, potensi, dan prestasi di berbagai bidang.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana membangun kepercayaan diri, kedisiplinan, sportivitas, dan semangat belajar. Pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal bagi Kaynis dan Paiz untuk terus mengembangkan kemampuan serta membawa nama baik MAN 2 Majalengka pada berbagai kesempatan.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar