Berita Daerah MAN

Tali, Tongkat, dan Kekompakan: 40 Regu Meriahkan Lomba Pionering PECAPA MAN 2 Majalengka

Rajagaluh (KEMENAG) — Rangkaian kegiatan Pengukuhan Calon Penegak (PECAPA) Tahun 2026 MAN 2 Majalengka Ambalan Fatahillah–Cut Nyak Dien berlanjut dengan lomba pionering setelah upacara pembukaan di Bumi Perkemahan Nambang Kemuning, Desa Pajajar, Kecamatan Rajagaluh, Kamis (10/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti seluruh peserta yang merupakan murid kelas X sebagai bagian dari rangkaian pembentukan keterampilan dan karakter kepramukaan.

Sebanyak 40 regu putra dan putri ambil bagian dalam lomba pionering. Para peserta ditantang menyelesaikan konstruksi menggunakan tongkat dan tali dengan mengutamakan kekompakan serta keterampilan setiap anggota regu.

Lomba tersebut dinilai oleh penegak laksana dan bantara, yaitu David, Elan, dan Jelita. Penilaian meliputi tiga aspek utama, yakni kerapihan, ketahanan, dan ketepatan waktu. Ketiga aspek tersebut menjadi indikator kemampuan peserta dalam menerapkan teknik pionering sekaligus bekerja sama secara efektif dalam regu.

Pionering merupakan salah satu keterampilan dalam kepramukaan yang berkaitan dengan pemanfaatan tongkat dan tali untuk membuat berbagai bentuk konstruksi sederhana. Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan membuat simpul dan ikatan, tetapi juga mengembangkan kreativitas, ketelitian, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama.

Dalam lomba, setiap anggota regu dituntut memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing. Kekompakan menjadi faktor penting agar konstruksi dapat diselesaikan dengan tepat, kokoh, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Peserta juga harus mampu mengatur waktu sehingga pekerjaan dapat diselesaikan sesuai batas waktu yang diberikan.

Sinergi Penguatan Mutu Pendidikan, Kemenag Majalengka Sambut Kunjungan Pimpinan Madrasah Daarul Uluum PUI

Elan, salah satu juri lomba pionering, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi sarana bagi murid untuk belajar bekerja sama sekaligus mengasah keterampilan kepramukaan.

“Pionering bukan hanya tentang membuat sebuah konstruksi, tetapi juga bagaimana setiap anggota regu dapat bekerja sama, teliti, dan bertanggung jawab terhadap tugasnya. Kerapihan, ketahanan, dan ketepatan waktu menjadi bagian penting yang kami nilai karena menunjukkan keterampilan dan kekompakan regu,” ujar Elan.

Melalui lomba pionering, peserta PECAPA diharapkan memperoleh pengalaman sekaligus mampu menerapkan nilai-nilai kerja sama, tanggung jawab, ketelitian, kreativitas, dan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi salah satu proses pembentukan calon penegak yang mandiri, tangguh, terampil, dan memiliki semangat kebersamaan.

Kontributor: Reni Tania Nurmala

Kemenag Majalengka Gelar Tindak Lanjut Penghapusan BMN, Dorong Tertib Administrasi dan Program ASRI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *