Berita Daerah

Siapkan Generasi Cakap Digital, MTsN 2 Majalengka Gelar Praktik Komputer

Jatiwangi (Kemenag)- Guna membekali peserta didik dengan keterampilan teknologi yang adaptif dan aplikatif, MTsN 2 Majalengka menggelar pembelajaran Informatika berbasis praktik langsung di laboratorium komputer madrasah. Kegiatan ini ditujukan khusus bagi siswa kelas IX sebagai langkah nyata mentransformasi teori perangkat lunak pengolah kata menjadi kecakapan digital yang konkret.

Bukan sekadar duduk mendengarkan teori di dalam kelas, para siswa diajak berinteraksi langsung dengan perangkat komputer. Mereka mengeksplorasi dan mempraktikkan berbagai fitur pengolah kata—mulai dari penyusunan dokumen resmi, penataan format teks, hingga pengelolaan data—secara mandiri dan terarah.

Guru Mata Pelajaran Informatika MTsN 2 Majalengka, Didin Rohidin, S.Sos.I., M.Pd., menegaskan bahwa tujuan utama dari metode pembelajaran ini adalah memberikan pengalaman belajar yang bermakna (meaningful learning), sehingga siswa tidak hanya menghafal fungsi fitur, tetapi benar-benar paham cara menggunakannya untuk memecahkan kebutuhan nyata.

“Tujuan utama pembelajaran berbasis praktik ini adalah agar siswa dapat memahami materi secara mendalam dan fleksibel. Ketika mereka menyentuh dan mengoperasikan perangkat secara langsung, pemahaman teori akan terbangun secara alami dan jauh lebih aplikatif,” jelas Didin.

Didin menambahkan bahwa keterlibatan siswa secara langsung di laboratorium menjadi jembatan penting dalam menghubungkan materi pelajaran dengan penerapan kehidupan sehari-hari. Penguasaan perangkat lunak pengolah kata merupakan salah satu fondasi utama literasi digital yang sangat krusial, baik untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolah saat ini maupun sebagai bekal keterampilan saat menempuh pendidikan yang lebih tinggi kelak.

Perkuat Pemahaman Aset Negara, Staf TU MTsN 11 Majalengka Ikuti BISIKAN

Sebagai tindak lanjut dari pembelajaran ini, pihak madrasah akan terus mengoptimalkan fasilitas laboratorium komputer dan merancang proyek-proyek pembelajaran berbasis pemecahan masalah (project-based learning). Langkah ini diambil untuk memastikan setiap lulusan MTsN 2 Majalengka memiliki daya saing tinggi dan terbiasa memanfaatkan teknologi secara tepat, cerdas, serta produktif.

Melalui penguatan pembelajaran berbasis praktik ini, diharapkan dapat terwujud iklim pendidikan madrasah yang modern dan inovatif, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu serta citra layanan pendidikan di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.

editor: D.Win

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *