Malausma (KEMENAG) — Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Malausma, Euis Rohmawati, S.Sos.I, melaksanakan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada anak-anak melalui kegiatan mengaji Magrib di kediamannya, Talaga, Kabupaten Majalengka, Selasa (8/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari konsistensinya dalam memberikan pendidikan keagamaan kepada masyarakat, khususnya anak-anak.
Sebagai Penyuluh Agama Islam Ahli Pertama, Euis memiliki sasaran binaan atau mad’u yang salah satunya mencakup anak-anak melalui kegiatan pembelajaran Al-Qur’an di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Hal tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi kepenyuluhan dalam memberikan bimbingan keagamaan kepada masyarakat.
Menariknya, kegiatan tersebut tetap dilaksanakan Euis setelah menyelesaikan aktivitas kedinasannya di KUA Kecamatan Malausma. Meskipun harus menempuh perjalanan dari tempat tugas menuju kediamannya di Talaga, ia tidak menjadikan jarak dan rasa lelah sebagai alasan untuk berhenti memberikan pembinaan kepada anak-anak.

Setiap waktu Magrib, Euis berupaya menghadirkan suasana belajar Al-Qur’an di lingkungan rumahnya. Anak-anak dibimbing untuk membaca Al-Qur’an sekaligus mendapatkan penanaman nilai-nilai keislaman yang diharapkan dapat menjadi bekal dalam kehidupan mereka.
“Lelah setelah bekerja tentu ada. Namun, ketika melihat anak-anak datang dan bersemangat belajar mengaji, rasa lelah itu seakan terbayar. Selama masih diberikan kesempatan dan kemampuan, saya ingin terus berbagi ilmu. Semoga apa yang kita ajarkan kepada anak-anak hari ini menjadi bekal kebaikan bagi mereka dan menjadi amal jariyah bagi kita,” ujar Euis.
Menurutnya, membangun generasi yang dekat dengan Al-Qur’an tidak selalu harus dimulai dari kegiatan yang besar. Hal sederhana seperti meluangkan waktu untuk mengajar mengaji secara rutin juga merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap pendidikan agama anak-anak.
Semangat Euis menjadi gambaran bahwa pengabdian seorang penyuluh agama tidak hanya berlangsung selama berada di kantor. Sepulang menjalankan tugas kedinasan, semangat untuk membimbing masyarakat tetap dapat diwujudkan melalui kegiatan sederhana yang memberikan manfaat langsung, salah satunya menghidupkan kembali gerakan mengaji Magrib.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an sekaligus membentuk generasi yang memiliki pengetahuan agama, berakhlak mulia, dan mampu menerapkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Kontributor : Alif Sinta


Komentar