Berita Daerah
Beranda » Berita » Senyum Pagi yang Mengubah Kebiasaan, Program Nurushobah Bangun Disiplin Siswa MAN 3 Majalengka

Senyum Pagi yang Mengubah Kebiasaan, Program Nurushobah Bangun Disiplin Siswa MAN 3 Majalengka

Jatiwangi (KEMENAG) — Ada suasana berbeda setiap pagi di gerbang Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Majalengka. Sebelum bel masuk berbunyi, deretan guru bersama Kepala Madrasah telah berdiri menyambut kedatangan para siswa. Senyum, sapaan hangat, dan jabat tangan menjadi pembuka hari yang sederhana, tetapi mampu menghadirkan perubahan besar dalam budaya disiplin warga madrasah.

Melalui Program Nurushobah (Menyambut Pagi) yang dilaksanakan secara rutin, Rabu (29/07/2026), MAN 3 Majalengka tidak hanya mengajak siswa datang tepat waktu, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa setiap hari adalah kesempatan baru untuk belajar, berakhlak, dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Sejak pukul 06.30 WIB, satu per satu siswa memasuki gerbang madrasah. Mereka disambut hangat oleh para guru yang telah lebih dahulu hadir. Tidak sedikit siswa yang sengaja datang lebih awal agar dapat bersalaman dan menyapa guru sebelum memasuki ruang kelas. Pemandangan ini perlahan menjadi budaya positif yang tumbuh dari kesadaran, bukan sekadar kewajiban.

Kepala MAN 3 Majalengka, Hj. Ela Nurlaela, M.Pd., menuturkan bahwa Nurushobah merupakan bagian dari upaya madrasah membangun karakter melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

“Kami percaya pendidikan karakter dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari. Ketika siswa datang tepat waktu, menyapa guru dengan penuh hormat, dan memulai aktivitas dengan hati yang gembira, sesungguhnya mereka sedang belajar tentang tanggung jawab, disiplin, dan adab. Inilah nilai-nilai yang ingin terus kami tumbuhkan di madrasah,” ujar Ela.

Tingkatkan Tertib Administrasi, Operator KUA Sindangwangi Ikuti Sosialisasi PMA Nomor 12 Tahun 2026

Perubahan positif tersebut juga dirasakan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Safii. Menurutnya, sejak program ini berjalan secara konsisten, tingkat keterlambatan siswa mengalami penurunan yang cukup signifikan. Lebih dari itu, suasana pagi di lingkungan madrasah menjadi lebih tertib, akrab, dan penuh semangat.

“Kami melihat perubahan yang nyata. Siswa semakin sadar pentingnya datang lebih awal. Mereka tidak lagi berangkat karena takut terlambat, tetapi karena ingin memulai hari dengan suasana yang positif bersama guru dan teman-temannya. Kedisiplinan yang tumbuh dari kesadaran seperti inilah yang menjadi tujuan utama kami,” jelasnya.

Program Nurushobah membuktikan bahwa membangun disiplin tidak selalu harus dilakukan melalui aturan yang kaku. Keteladanan para guru yang hadir lebih awal, sapaan yang tulus, serta komunikasi yang hangat justru menjadi pendekatan yang efektif dalam membentuk karakter peserta didik.

Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang, MAN 3 Majalengka memilih menanamkan nilai melalui sentuhan kemanusiaan. Setiap jabat tangan di gerbang madrasah menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tentang pengetahuan, melainkan juga tentang membangun hubungan, menumbuhkan rasa saling menghargai, dan menghadirkan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Kontributor: Firman Saefatullah

Plt Kepala KUA Cigasong Baru Awali Tugas dengan Perkenalan Bersama Pegawai

Editor: Dwi Winarti

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *