Berita Daerah KUA

Seminar Pengusulan KH. Abbas Abdul Jamil Jadi Pahlawan Nasional, Penyuluh KUA Cigasong Turut Ambil Bagian

Leuwimunding (KEMENAG) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cigasong, Ujang Eri Zamahsyari, S.Pdi., S.Sos., bersama Baban Ahmad Fuad, S.Sos., turut aktif menghadiri Seminar Nasional Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional untuk KH. Abbas Abdul Jamil. Acara tersebut digelar di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan strategis ini dihadiri oleh jajaran anggota Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) se-Kabupaten Majalengka, Ketua dan Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) se-Kabupaten Majalengka, garis keturunan KH. Abbas Abdul Jamil, serta jajaran Penyuluh Agama Islam Kemenag Majalengka.

Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah sekaligus Ketua Umum Pergunu Indonesia, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A., menegaskan pentingnya memperjuangkan pahlawan dari kalangan ulama.

“KH. Abbas Abdul Jamil bukan hanya milik keluarga atau pesantren, melainkan milik bangsa. Perjuangan beliau dalam membela kemerdekaan dan membina umat harus diakui secara nasional agar menjiwai generasi penerus,” ujar Asep Saifuddin dalam sambutannya.

Dukungan senada disampaikan oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Majalengka, KH. Muhammad Umar Sobur, M.Ag. Ia menyoroti pentingnya merawat ingatan sejarah umat.

MTsN 10 Majalengka Kirim Tujuh Siswa Ikuti OMI 2026

“Meneladani jejak perjuangan para ulama dan tokoh bangsa adalah kewajiban kita bersama. Pengusulan ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai keikhlasan dan keteladanan perjuangan beliau di tengah masyarakat,” tutur Muhammad Umar.

Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka turut memberikan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya seminar ini. Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., menyampaikan terima kasih secara langsung atas inisiatif besar tersebut.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Majalengka menyambut baik dan mengapresiasi setinggi-tingginya gagasan Prof. KH. Asep Saifuddin Chalim. Upaya ini merupakan langkah berharga untuk mencatat sejarah emas Majalengka dan menghargai jasa pahlawan kita,” kata Bupati Eman.

Sesi inti seminar menghadirkan narasumber utama, Prof. Usep Abdul Matin, S.Ag., M.A. (Leiden), M.A. (Duke), Ph.D., yang menjabat sebagai Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP). Dalam pemaparannya, Usep menekankan pentingnya pembuktian historis yang sahih secara akademis maupun administratif agar pengusulan dapat berjalan optimal.

Menanggapi keikutsertaan dalam seminar tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Cigasong, Ujang Eri Zamahsyari mengungkapkan kebanggaannya dapat berpartisipasi langsung.

Keputrian MTsN 7 Majalengka Jadi Ruang Tumbuh Siswi Bekal Ibadah, Karakter, dan Kesehatan Mental

“Keikutsertaan kami dalam seminar ini memberikan wawasan sejarah dan nilai kebangsaan yang sangat berharga. Nilai-nilai kepahlawanan ini akan kami internalisasikan dan salurkan kembali melalui program bimbingan serta penyuluhan keagamaan kepada masyarakat,” ungkap Ujang Eri.

Melalui agenda ini, Kementerian Agama Kabupaten Majalengka berharap dapat memperkuat data historis pengusulan pahlawan nasional, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan dan mempererat sinergi antara ulama, umara, serta seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Majalengka.

Kontributor: Baban Ahmad Fuad

Peringati HAORNAS 2026, Ratusan Siswa MTsN 10 Majalengka Ikuti Senam Kebugaran Jasmani

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *