Berita Daerah MAN

Semarak Malam PECAPA, Murid MAN 2 Majalengka Tampilkan Ragam Seni dan Kreativitas

Rajagaluh (KEMENAG) — Suasana malam di Bumi Perkemahan Nambang Kemuning, Desa Pajajar, Kecamatan Rajagaluh, semakin semarak dengan penampilan seni peserta Pengukuhan Calon Penegak (PECAPA) Tahun 2026 MAN 2 Majalengka Ambalan Fatahillah–Cut Nyak Dien. Seluruh murid kelas X mengikuti kegiatan Pentas Seni yang berlangsung pada Kamis dan Jumat malam (10–11/9/2026).

Sebanyak 40 regu putra dan putri tampil secara bergantian di hadapan peserta lainnya. Setiap regu diberikan kesempatan untuk menampilkan kreativitas melalui pertunjukan yang telah dipersiapkan bersama. Berbagai bentuk kesenian dan keterampilan ditampilkan, mulai dari monolog, tari tradisional, seni bela diri pencak silat, puisi, semaphore, hingga berbagai penampilan kreatif lainnya.

Keberagaman penampilan tersebut membuat suasana perkemahan semakin meriah. Setiap regu berusaha menyajikan pertunjukan yang menarik dengan mengembangkan ide dan kemampuan yang dimiliki anggotanya. Ada yang menonjolkan seni tradisional, kemampuan olah tubuh, seni sastra, hingga keterampilan kepramukaan melalui semaphore.

Pentas Seni dinilai oleh penegak laksana dan bantara, yaitu Rifki dan Ayu. Penilaian difokuskan pada dua aspek utama, yakni kreativitas dan kesesuaian tema. Peserta tidak hanya dituntut mampu menampilkan pertunjukan yang menarik, tetapi juga harus mampu mengembangkan ide sesuai dengan tema yang telah ditentukan.

Pentas Seni dalam kegiatan kepramukaan menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan potensi dan kreativitas murid. Melalui kegiatan ini, peserta dapat belajar mengekspresikan gagasan, membangun keberanian untuk tampil, serta mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dengan anggota regu.

Sinergi Penguatan Mutu Pendidikan, Kemenag Majalengka Sambut Kunjungan Pimpinan Madrasah Daarul Uluum PUI

Proses mempersiapkan pertunjukan juga memberikan pengalaman bagi peserta untuk membagi tugas, menyatukan ide, menghargai pendapat anggota, dan bertanggung jawab terhadap peran masing-masing. Penampilan monolog dan puisi melatih kemampuan berekspresi dan berbicara, tari tradisional mengenalkan kekayaan budaya, pencak silat melatih ketangkasan dan disiplin, sedangkan semaphore memperkuat keterampilan komunikasi dalam kepramukaan.

Rifki, salah satu juri Pentas Seni, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk menunjukkan kreativitas sekaligus belajar menyelaraskan penampilan dengan tema.

“Setiap regu memiliki kreativitas yang berbeda-beda. Kami menilai bagaimana mereka mengembangkan ide menjadi sebuah penampilan dan sejauh mana penampilan tersebut sesuai dengan tema. Yang tidak kalah penting, mereka bisa bekerja sama dan menikmati prosesnya bersama regu,” ujar Rifki.

Melalui Pentas Seni, peserta PECAPA mendapatkan pengalaman untuk meningkatkan kreativitas, keberanian, komunikasi, kerja sama, disiplin, dan rasa percaya diri. Penampilan yang dilakukan secara berkelompok juga memperkuat rasa kebersamaan antarmurid selama mengikuti kegiatan perkemahan.

Pentas Seni menjadi salah satu rangkaian kegiatan PECAPA yang memberikan ruang bagi calon penegak untuk belajar sekaligus berekspresi. Dengan beragam aktivitas yang edukatif, kreatif, dan bernilai budaya, kegiatan PECAPA MAN 2 Majalengka diharapkan mampu membentuk murid yang mandiri, percaya diri, kreatif, serta mampu bekerja sama dan menghargai keberagaman potensi.

Kemenag Majalengka Gelar Tindak Lanjut Penghapusan BMN, Dorong Tertib Administrasi dan Program ASRI

Kontributor: Reni Tania Nurmala

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *