Jatiwangi (KEMENAG) — Satu per satu siswa mulai mengakses Google Classroom melalui perangkat digital mereka. Suasana kelas pun terasa berbeda. Materi Akidah Akhlak yang biasanya diterima melalui penjelasan guru kini dapat dibuka kembali secara digital. Penguasaan teknologi pembelajaran membuat siswa lebih senang sekaligus lebih mudah memahami materi yang dipelajari di kelas X MAN 3 Majalengka, Selasa (11/8/2026).
Antusiasme terlihat ketika siswa mengikuti arahan untuk masuk ke Google Classroom, membuka materi, membaca instruksi, hingga mengerjakan dan mengumpulkan tugas. Bagi mereka, penggunaan media digital memberikan pengalaman belajar yang lebih praktis dan tidak monoton.
Guru Mata Pelajaran Akidah Akhlak, Mohammad Nashruddin Falah, S.Pd., mengatakan penggunaan teknologi menjadi bagian penting dalam menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan siswa saat ini.
“Ketika siswa sudah menguasai media digital yang digunakan, mereka lebih mudah mengikuti pembelajaran. Materi bisa diakses kembali, tugas dapat dikerjakan dengan lebih terarah, dan suasana belajar menjadi lebih menyenangkan,” ujar Nashruddin.

Menurutnya, penggunaan Google Classroom tidak sekadar memindahkan materi pelajaran ke ruang digital. Siswa juga dibiasakan untuk mengelola pembelajaran secara mandiri, mulai dari mengakses bahan ajar, memahami instruksi, menyelesaikan tugas, hingga mengirimkan hasil pekerjaannya.
Pembelajaran seperti ini memberikan pengalaman baru bagi siswa. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga berinteraksi langsung dengan materi melalui perangkat yang sudah akrab dalam kehidupan sehari-hari.
Nashruddin menjelaskan, penguasaan teknologi perlu berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap materi keagamaan. Digitalisasi pembelajaran justru dapat menjadi jembatan agar materi Akidah Akhlak lebih mudah diterima dan dipahami oleh siswa.
“Teknologi kita manfaatkan sebagai sarana pembelajaran. Substansi Akidah Akhlak tetap menjadi hal utama, tetapi cara menyampaikannya dapat kita sesuaikan dengan perkembangan zaman,” katanya.
Kegiatan tersebut diawali dengan pengenalan dan bimbingan penggunaan Google Classroom. Siswa diarahkan untuk memahami berbagai fitur yang diperlukan dalam proses pembelajaran sehingga mereka tidak mengalami kesulitan ketika platform tersebut digunakan pada pembelajaran berikutnya.
Penguasaan media digital secara bertahap diharapkan membuat siswa semakin percaya diri dalam mengikuti pembelajaran. Mereka juga memiliki kesempatan untuk membuka kembali materi dan tugas tanpa harus menunggu penjelasan ulang di dalam kelas.
Penerapan Google Classroom selanjutnya akan dilakukan secara konsisten dalam pembelajaran Akidah Akhlak dan dievaluasi secara berkala. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih aktif, mudah dipahami, dan menyenangkan.
Pada akhirnya, teknologi bukan sekadar alat yang digunakan di dalam kelas. Di tangan siswa yang mampu menguasainya dengan baik, teknologi dapat menjadi pintu untuk belajar lebih luas, memahami materi dengan lebih mudah, dan menemukan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan.
Kontributor : Firman Saefatullah


Komentar