Lemahsugih (KEMENAG) — Menyongsong bulan kemerdekaan Republik Indonesia, MTsN 9 Majalengka menggelar kegiatan upacara bendera rutin pada Senin pagi (03/08/2026). Berlokasi di lapangan upacara madrasah, kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti oleh seluruh siswa-siswi, guru, serta staf Tata Usaha. Adapun petugas upacara dipercayakan kepada siswa-siswi kelas IX.B.
Kegiatan diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, hingga pembacaan teks Pancasila dan UUD 1945. Pembina Upacara, Oo Rahmat Sutisna, M.Pd., mengawali amanatnya dengan memberikan apresiasi tinggi kepada para petugas dan peserta upacara yang dinilai semakin rapi dan tertib dibanding pekan-pekan sebelumnya.
Meski demikian, demi menjaga kedisiplinan dan kualitas pelaksanaan di masa mendatang, Oo tetap memberikan arahan teknis perbaikan, khususnya bagi pemimpin upacara, Master of Ceremony (MC), hingga grup paduan suara saat memimpin lagu Indonesia Raya.
Dalam inti amanatnya, Oo mengajak seluruh peserta upacara untuk merefleksikan makna mendalam dari bulan Agustus sebagai bulan bersejarah bagi Indonesia. Ia memaparkan dinamika perjuangan para pahlawan dan pemuda bangsa yang gigih merebut kemerdekaan secara mandiri, bukan sekadar hadiah dari penjajah.
“Indonesia tidak menerima kemerdekaan sebagai hadiah dari negara lain. Pasca peristiwa Hiroshima dan Nagasaki serta menyerahnya Jepang di Kalijati, para pemuda bergerak cepat mendorong Soekarno dan para tokoh bangsa untuk memproklamasikan kemerdekaan kita sendiri pada 17 Agustus 1945. Kini, 81 tahun sudah Indonesia merdeka, dan tugas kita adalah melanjutkan perjuangan tersebut,” tegas Oo.
Lebih lanjut, Ia menekankan bahwa meski bangsa Indonesia telah merdeka secara teritorial, tantangan mewujudkan keadilan dan pemerataan masih terus berjalan. Oleh karena itu, tindak lanjut dan kontribusi nyata yang diharapkan dari para generasi muda madrasah adalah mengisi kemerdekaan melalui jalur pendidikan.
“Tugas utama kalian sebagai penerus bangsa adalah belajar dengan sungguh-sungguh. Negara telah menjalankan kewajibannya dengan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penyediaan fasilitas sekolah dan tenaga pendidik. Tugas kalian adalah memanfaatkan fasilitas ini: isi otak dengan ilmu pengetahuan, ilmu agama, serta gagasan dan ide-ide positif untuk kemajuan bangsa,” lanjutnya.
Melalui penanaman nilai-nilai nasionalisme dan semangat belajar dalam kegiatan ini, diharapkan dapat membina karakter siswa yang berakhlak mulia, berwawasan luas, serta berjiwa patriotik. Hal ini sejalan dengan komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah dan membentuk generasi muda yang siap membawa dampak positif bagi kemajuan layanan pendidikan keagamaan di Kabupaten Majalengka.
Kontributor : Diding Saripudin


Komentar