Rajagaluh (Kemenag) — Seluruh murid MAN 2 Majalengka kembali melaksanakan pembiasaan Program SIGAP (Sedekah Infak Generasi Anak Peduli) pada Jumat (31/7/2026). Program yang merupakan bagian dari kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Majalengka ini dilaksanakan sebagai upaya menanamkan budaya berbagi dan kepedulian sosial di lingkungan madrasah.
Program SIGAP menjadi salah satu pembiasaan positif yang dilaksanakan secara rutin untuk membentuk karakter murid agar memiliki jiwa dermawan, peduli terhadap sesama, serta memahami pentingnya berbagi rezeki melalui sedekah dan infak sejak usia sekolah. Dana yang terkumpul dari program ini selanjutnya dikelola oleh Baznas Kabupaten Majalengka untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program kemanusiaan.
Sebelum pelaksanaan infak, anggota Unit Pengumpul Zakat (UPZ) MAN 2 Majalengka, Dede Rosada Kolbi, M.Pd., memberikan pengarahan kepada seluruh murid mengenai makna sedekah dan infak serta pentingnya membiasakan diri berbagi sebagai wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah Swt.
Dalam arahannya, Dede menjelaskan bahwa nilai sebuah sedekah tidak ditentukan oleh besar kecilnya nominal yang diberikan, melainkan oleh keikhlasan hati dalam berbagi kepada sesama.
“Program SIGAP bukan sekadar mengumpulkan infak, tetapi menjadi sarana pendidikan karakter bagi murid agar terbiasa peduli terhadap sesama. Berapa pun nominal yang disedekahkan akan menjadi bernilai di hadapan Allah Swt. apabila dilakukan dengan ikhlas. Kami berharap pembiasaan ini mampu membentuk generasi yang memiliki kepedulian sosial, gemar berbagi, dan senantiasa mensyukuri setiap nikmat yang diterima,” ujar Dede.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusias. Seluruh murid mengikuti rangkaian pembiasaan dengan penuh kesadaran sebagai bentuk partisipasi dalam mendukung program sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui pembiasaan Program SIGAP, MAN 2 Majalengka berharap nilai-nilai kepedulian, gotong royong, dan semangat berbagi semakin tumbuh dalam diri setiap murid. Dengan karakter tersebut, murid diharapkan tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta mampu menjadi generasi yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar