Kadipaten (Kemenag) — Suasana religius dan penuh kekhidmatan menyelimuti MTs Negeri 6 Majalengka pada Rabu (12/8/2026). Seluruh warga madrasah berkumpul bersama menggelar kegiatan keagamaan Rebo Wekasan sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan, keselamatan, dan keberkahan dari Allah SWT.
Rangkaian kegiatan diawali sejak pagi hari dengan pelaksanaan doa bersama, zikir, dan munajat yang dipimpin secara langsung oleh Drs. Shaiful Asy’ari. Seluruh guru, tenaga kependidikan, dan para siswa tampak khusyuk memanjatkan doa, memohon agar senantiasa dijauhkan dari berbagai musibah, penyakit, serta marabahaya (tolak bala).
Selain sebagai sarana tolak bala, kegiatan Rebo Wekasan ini menjadi pengingat pentingnya memperbanyak sedekah dan menumbuhkan rasa syukur atas segala nikmat yang telah dilimpahkan. Tidak hanya mendoakan keselamatan internal keluarga besar madrasah, doa dan munajat secara khusus juga dipanjatkan untuk kedamaian, persatuan, dan kemajuan bangsa Indonesia dalam merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Kepala MTsN 6 Majalengka, Muhamad Darda, S.Ag., M.Pd., menegaskan pentingnya menyeimbangkan antara ikhtiar lahiriah dan batiniah dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membentuk karakter peserta didik.
“Kegiatan Rebo Wekasan ini kita jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, memperbanyak doa, sedekah, dan rasa syukur. Kita memohon agar seluruh keluarga besar MTsN 6 Majalengka senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan dijauhkan dari berbagai musibah. Yang tidak kalah penting, mari kita doakan bangsa Indonesia agar senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, keselamatan, dan kemajuan,” ujar Muhamad Darda.
Lebih lanjut, ia menekankan agar pembiasaan nilai-nilai religius ini tidak berhenti sebagai rutinitas seremonial belaka, melainkan terus dirawat dan diimplementasikan dalam keseharian ASN maupun peserta didik.
“Semoga doa yang kita panjatkan menjadi bagian dari ikhtiar kita bersama. Mari terus memperkuat ketakwaan, memperbanyak amal kebaikan, menjaga persaudaraan, dan menumbuhkan kepedulian kepada sesama,” tambahnya.
Melalui penanaman karakter spiritual dan kepedulian sosial ini, diharapkan kegiatan keagamaan semacam ini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas akhlak siswa serta mendorong keharmonisan lingkungan kerja. Pada akhirnya, semangat kebersamaan dan nilai-nilai religius tersebut menjadi fondasi utama dalam mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan keagamaan Kementerian Agama bagi masyarakat luas.
editor: D.Win


Komentar