Talaga (Kemenag) — Suasana berbeda terasa di ruang kelas XI-2 MAN 1 Majalengka pada Jumat, (24/7/2026). Di bawah bimbingan Neni Heryani, S.Pd, pembelajaran Biologi tidak hanya berpusat pada guru, tetapi menjadi ruang kolaborasi antara siswa.
Dengan mengusung metode diskusi yang diawali presentasi, Neni Heryani, S.Pd mengajak peserta didik mendalami materi Sel Tumbuhan dan Sel Hewan. Beberapa siswa tampil di depan kelas mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. Materi yang awalnya dianggap rumit, disampaikan dengan bahasa sederhana, gambar, dan contoh nyata di sekitar.
Perlahan tapi pasti, raut ragu di wajah teman-temannya berganti menjadi anggukan paham. Pertanyaan mulai bermunculan. Diskusi mengalir. Binar lega mulai terlihat ketika konsep yang sulit akhirnya bisa dipahami bersama.
“Bagi kami, momen berbagi ini bukan tentang memamerkan siapa yang paling pintar, melainkan tentang tumbuh dan melangkah maju bersama-sama,” ungkap Anis Yulia Citra salah satu siswa XI-2.
Neni Heryani, S.Pd menyampaikan bahwa tujuan utama metode ini adalah melatih keberanian siswa, kemampuan berpikir kritis, dan kerja sama. “Saya ingin anak-anak tidak hanya menghafal. Mereka harus berani bertanya, berani menjelaskan, dan saling menguatkan. Di kelas itu, belajar tak lagi terasa sebagai beban, melainkan petualangan seru yang dijalani bersama seorang kawan,” tuturnya.
Melalui pembelajaran ini, siswa XI-2 tidak hanya memahami perbedaan struktur dan fungsi sel tumbuhan dan sel hewan, tetapi juga belajar keterampilan komunikasi, percaya diri, dan kebersamaan.
Kepala MAN 1 Majalengka Iyan Arif Hasyim, M.Pd. mengapresiasi inovasi pembelajaran yang dilakukan para guru. “Pembelajaran seperti ini yang kita harapkan. Aktif, menyenangkan, dan menumbuhkan karakter siswa,” ujarnya.
Kontributor: Wawan Abdul Gani, M.Ag (Humas MAN 1 Majalengka)


Komentar