Berita Daerah

Praktik IHT di MTsN 2 Majalengka, Guru Dilatih Susun RPP Berbasis Cinta dengan Bantuan AI

Jatiwangi (Kemenag) — Kamis (3/9/2026), rangkaian kegiatan In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang diselenggarakan MTsN 2 Majalengka berlanjut pada sesi praktik. Para peserta yang terdiri atas kepala madrasah dan perwakilan guru se-KKMTs 2 Majalengka diarahkan untuk bekerja secara berkelompok menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengintegrasikan prinsip-prinsip Kurikulum Berbasis Cinta dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Praktik tersebut menjadi tindak lanjut dari pemaparan materi yang sebelumnya disampaikan oleh Dr. Hj. Emma Himayaturohmah, M.Ag., Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan (BDK) Bandung. Dalam sesi pembekalan, memaparkan secara mendalam mengenai Kurikulum Berbasis Cinta serta konsep pembelajaran mendalam (deep learning) yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di madrasah.

Materi tidak hanya disampaikan dalam bentuk pemaparan konsep, tetapi juga diarahkan pada bagaimana prinsip-prinsip tersebut dapat diterjemahkan ke dalam perencanaan pembelajaran. Para guru diajak memahami bahwa pembelajaran yang baik perlu dirancang dengan memperhatikan kebutuhan peserta didik, membangun pengalaman belajar yang bermakna, serta menumbuhkan nilai-nilai positif dalam diri peserta didik.

Setelah mendapatkan pemahaman mengenai Kurikulum Berbasis Cinta dan pembelajaran mendalam, peserta kemudian diperkenalkan pada pemanfaatan AI sebagai alat bantu dalam menyusun RPP. Teknologi tersebut dimanfaatkan untuk membantu guru menuangkan ide, merancang komponen pembelajaran, hingga mengembangkan aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Dalam praktiknya, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok kemudian mendapatkan tugas untuk menyusun RPP dengan memanfaatkan AI. Para peserta tidak sekadar diminta memasukkan perintah secara sederhana, tetapi diarahkan untuk membuat prompt atau instruksi yang jelas, lengkap, dan spesifik agar AI dapat menghasilkan rancangan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan.

MTsN 10 Majalengka Kirim Tujuh Siswa Ikuti OMI 2026

Kemampuan menyusun prompt menjadi salah satu hal yang ditekankan dalam praktik tersebut. Guru perlu memberikan informasi yang cukup kepada AI, mulai dari jenjang dan mata pelajaran, karakteristik peserta didik, tujuan pembelajaran, materi, pendekatan pembelajaran, hingga aktivitas dan asesmen yang diharapkan. Dengan prompt yang semakin terarah, hasil yang diperoleh dari AI diharapkan semakin relevan dan dapat dikembangkan oleh guru.

Emma juga mengingatkan bahwa penggunaan AI dalam penyusunan perangkat pembelajaran bukan berarti guru menyerahkan seluruh proses perencanaan kepada teknologi. AI diposisikan sebagai alat bantu, sedangkan guru tetap memiliki peran utama dalam menelaah, menyesuaikan, memperbaiki, dan memastikan isi RPP sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta ketentuan yang berlaku.

Dalam kegiatan praktik tersebut, peserta diarahkan agar hasil RPP yang disusun tetap mengacu pada Panduan Pembelajaran dan Asesmen yang diterbitkan oleh Kementerian Agama. Karena itu, guru tidak hanya mengejar hasil RPP yang lengkap secara struktur, tetapi juga perlu memastikan setiap komponennya relevan dengan prinsip pembelajaran dan asesmen yang berlaku di madrasah.

Kegiatan praktik berlangsung dengan suasana aktif dan kolaboratif. Para peserta berdiskusi dalam kelompok, menyusun prompt, mencoba memanfaatkan AI, kemudian menelaah hasil yang diperoleh. Proses tersebut memberikan pengalaman langsung kepada guru mengenai bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara bijak untuk membantu pekerjaan profesional mereka.

Melalui sesi praktik ini, IHT di MTsN 2 Majalengka tidak berhenti pada pemahaman teoritis mengenai Kurikulum Berbasis Cinta. Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan langsung bagaimana konsep tersebut dituangkan ke dalam perencanaan pembelajaran, sekaligus memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendukung tugas guru.

Keputrian MTsN 7 Majalengka Jadi Ruang Tumbuh Siswi Bekal Ibadah, Karakter, dan Kesehatan Mental

Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan para guru mampu mengembangkan perangkat pembelajaran yang lebih relevan, mendalam, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Pemanfaatan AI yang disertai kemampuan guru dalam melakukan verifikasi dan penyesuaian diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan efektivitas perencanaan pembelajaran tanpa menghilangkan peran utama guru sebagai pendidik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *