Berita Daerah KUA

Persiapakan Materi Bimluh Tentang Kemerdekaan, Penyuluh Agama Disukusi Serius, Ini Tanggapan Kepala KUA Ligung

Ligung ( KEMENAG ) — Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, di ruangan kerjanya, kamis (13/8/2026) para Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ligung melakukan  diskusi persiapan sebelum menyampaikan materi tentang kemerdekaan kepada jamaah di majelis taklim binaan masing-masing.

Persiapan tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen para penyuluh dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan semangat kebangsaan. Materi yang disiapkan tidak hanya membahas sejarah perjuangan bangsa dalam merebut kemerdekaan, tetapi juga mengajak jamaah untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai perjuangan, persatuan, gotong royong, serta rasa cinta kepada tanah air.

Melalui kegiatan pembinaan di majelis taklim, para Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Ligung diharapkan dapat menyampaikan pesan kemerdekaan dengan pendekatan keagamaan yang mudah dipahami oleh masyarakat. Semangat kemerdekaan juga diarahkan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengisi kemerdekaan melalui berbagai kegiatan yang positif dan bermanfaat.

Kepala KUA Kecamatan Ligung, H. Wahyudin, M.A., memberikan apresiasi atas kesiapan dan komitmen para Penyuluh Agama Islam dalam menyampaikan materi kebangsaan kepada masyarakat melalui majelis taklim binaan.

“Penyuluh Agama Islam memiliki peran strategis dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat. Momentum kemerdekaan ini harus menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa syukur kepada Allah Swt. sekaligus memperkuat semangat nasionalisme, persatuan, dan cinta tanah air,” ujar Wahyudin.

MTsN 10 Majalengka Kirim Tujuh Siswa Ikuti OMI 2026

Menurutnya, nilai-nilai perjuangan para pahlawan perlu terus diwariskan kepada seluruh lapisan masyarakat. Generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan meningkatkan kualitas keimanan, memperkuat kerukunan, menjaga persatuan, serta memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Wahyudin juga berharap para penyuluh dapat menyampaikan materi secara komunikatif dan menyesuaikan dengan kondisi jamaah di majelis taklim masing-masing. Dengan demikian, pesan keagamaan dan kebangsaan dapat diterima dengan baik serta diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga kegiatan pembinaan ini dapat memperkuat wawasan keagamaan dan kebangsaan masyarakat. Kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu harus kita syukuri, kita jaga, dan kita isi dengan karya serta pengabdian terbaik bagi agama, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Melalui persiapan tersebut, para Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Ligung siap menyampaikan materi kemerdekaan di majelis taklim binaan masing-masing sebagai bagian dari upaya menanamkan semangat nasionalisme yang sejalan dengan nilai-nilai ajaran Islam.

Kontributor : Maman Sulaeman

Keputrian MTsN 7 Majalengka Jadi Ruang Tumbuh Siswi Bekal Ibadah, Karakter, dan Kesehatan Mental

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *