Berita Kemenag
Beranda » Berita » Perkuat Spiritualitas, ASN Kemenag Majalengka Bedah Sifat Kehambaan dalam Kitab Al-Hikam

Perkuat Spiritualitas, ASN Kemenag Majalengka Bedah Sifat Kehambaan dalam Kitab Al-Hikam

Majalengka (KEMENAG) – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka kembali melaksanakan rutinitas keagamaan melalui kajian kitab kuning. Kegiatan yang membedah Kitab Al-Hikam karya Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari ini berlangsung khidmat di Masjid Al-Ikhlas Kantor Kemenag Majalengka, Senin (13/4/2026).

​Kajian kali ini menghadirkan narasumber Dr. H. Ojun Rojun, M.Ag., yang memaparkan hikmah ke-178 dan 179. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., Kepala Kantor Kemenhaj Majalengka, H. Abu Mansyur, S.Ag., M.Pd.I., serta Kasubag TU Kemenag Majalengka, Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag. Hadir pula jajaran Kepala Seksi, Pengawas Madrasah, Pengawas PAI, serta seluruh pegawai di lingkungan Kemenag dan Kemenhaj Majalengka.

​Dalam paparannya, H. Ojun Rojun menekankan pentingnya merealisasikan sifat-sifat kehambaan (tahaqquq) di hadapan Allah SWT. Ia menjelaskan bahwa ketika seorang hamba mampu membuktikan kerendahan, kelemahan, dan kedaifannya di hadapan Sang Pencipta, maka Allah akan memberikan pertolongan melalui sifat ketuhanan-Nya yang Maha Mulia, Maha Kuasa, dan Maha Kuat.

​”Buktikan kehinaanmu di hadapan Allah, maka Allah akan menolongmu dengan kemuliaan-Nya. Jangan sampai kita memiliki kesan ‘ngalangkungan’ atau mendahului kehendak Allah dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujar Ojun dalam tausiyahnya.

​Ia juga memberikan contoh sederhana mengenai penggunaan kalimat “Insya Allah” dalam berjanji.

KKMI 7 Majalengka Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta, Plt. Kasi Penmad Tekankan Pentingnya Kesadaran Berilmu

Menurutnya, ucapan tersebut merupakan cerminan sifat kehambaan yang menyadari keterbatasan manusia atas masa depan. Namun, ia mengingatkan agar komitmen tersebut dibarengi dengan niat yang jujur, bukan sekadar pelarian dari tanggung jawab.

​Melalui hikmah ke-179, narasumber juga menggarisbawahi bahwa kemuliaan sejati seorang mukmin terletak pada istikamahnya dalam menjaga iman dan mengikuti sunah Rasulullah SAW, baik secara lahir maupun batin. Karomah atau keistimewaan hanyalah titipan, sedangkan konsistensi dalam ibadah adalah pencapaian yang utama.

​Acara ditutup dengan penguatan dari pimpinan Kantor Kemenag Majalengka yang berharap kajian rutin ini dapat menjadi sarana peningkatan integritas dan spiritualitas bagi seluruh pegawai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kontributor : Endang Mu’min

Perkuat Sinergitas, Kepala Kemenag Majalengka Temui Kapolres

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *