Malang (KEMENAG) — Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Majalengka, Iyan Arif Hasyim, M.Pd., mengikuti kegiatan Penguatan dan Peningkatan Kualitas Pendidikan Islam serta Implementasi Asta Protas Kementerian Agama yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, Selasa hingga Kamis (25–27/08/2026), bertempat di MAN 2 Kota Malang, Jawa Timur.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelepasan dan titik kumpul seluruh peserta di Kantor Kanwil Kemenag Jawa Barat, Bandung, sebelum bersama-sama bertolak menuju Kota Malang. Agenda strategis ini diikuti oleh Plt. Kepala Bagian Tata Usaha, para Kepala Bidang, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, serta jajaran Kepala MAN dan Ketua Komite MAN se-Jawa Barat.
Dalam arahannya, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si., selaku narasumber utama menekankan pentingnya sinergi dan komitmen bersama dalam mengimplementasikan Asta Program Prioritas (Asta Protas) Kemenag. Langkah ini krusial guna mengakselerasi peningkatan mutu tata kelola lembaga pendidikan Islam serta memperkuat sinergi antara madrasah dan komite sekolah.

Plt. Kepala MAN 1 Majalengka, Iyan Arif Hasyim, M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya dapat hadir di tengah-tengah para pimpinan dan stakeholder pendidikan Islam se-Jawa Barat dalam forum strategis tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan bangga dapat berkontribusi langsung dalam kegiatan ini. Momentum ini menjadi wadah penting untuk menyelaraskan persepsi dan memperkuat implementasi Asta Protas, khususnya di MAN 1 Majalengka,” ujar Iyan saat dihubungi via WhatsApp, Kamis (27/8/2026).
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, diharapkan seluruh agenda dan target peningkatan kualitas pendidikan Islam yang telah dirumuskan dapat terwujud secara optimal. Ke depan, hasil dari penguatan ini diyakini mampu memberikan dampak positif yang nyata terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan dan tata kelola Kementerian Agama bagi masyarakat luas.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar