Sumberjaya (KEMENAG) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sumberjaya, Ecih Sukarsih, S.HI., terus berkomitmen meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat. Langkah ini diwujudkan melalui pembinaan intensif yang dilaksanakan pada Jumat (24/07/2026), berfokus pada empat pilar keislaman di Majelis Taklim Al-Barokah, Blok Bunut, Desa Panjalin Kidul, Kecamatan Sumberjaya.
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh puluhan jamaah tersebut, Ecih Sukarsih menyampaikan materi komprehensif yang meliputi Ngaji Qur’an, Ngaji Aqoid, Ngaji Fiqih, dan Ngaji Akhlak. Menurutnya, keempat aspek ini merupakan fondasi utama yang harus berjalan beriringan dalam kehidupan sehari-hari seorang Muslim.
“Belajar agama tidak bisa setengah-setengah. Kita butuh Al-Qur’an sebagai pedoman, Aqidah sebagai fondasi keyakinan, Fiqih sebagai panduan ibadah yang sah, dan Akhlak sebagai buah dari manifestasi iman kita,” ujar Ecih di hadapan para jamaah.
Empat Pilar Materi Pembinaan
Untuk memudahkan pemahaman jamaah, materi disampaikan secara interaktif dan aplikatif dengan rincian sebagai berikut:
- Ngaji Qur’an (Pedoman Hidup): Jamaah diajak untuk tidak hanya sekadar membaca (tilawah), tetapi juga memperbaiki tata cara membaca (tahsin) agar sesuai tajwid, serta memahami makna ayat-ayat pendek untuk diimplementasikan dalam kehidupan.
- Ngaji Aqoid (Kemurnian Iman): Sesi ini memperkuat keyakinan jamaah terhadap rukun iman dan sifat-sifat Allah. Penguatan aqidah ini dinilai krusial di era modern agar masyarakat tidak mudah goyah oleh aliran atau paham yang menyimpang.
- Ngaji Fiqih (Panduan Ibadah): Fokus pada tata cara ibadah praktis sehari-hari (fiqih ibadah), mulai dari bersuci (thaharah), shalat yang benar, hingga hukum-hukum muamalah ringan. Hal ini bertujuan agar ibadah yang dilakukan jamaah sah sesuai syariat.
- Ngaji Akhlak (Cermin Kepribadian): Ecih menekankan pentingnya menjaga adab, baik kepada Allah, sesama manusia, maupun lingkungan sekitar. Akhlak yang baik (akhlakul karimah) disebutnya sebagai identitas utama seorang Muslim yang membawa kedamaian.
Sambutan Hangat dari Masyarakat
Kehadiran Penyuluh Agama Islam dari KUA Sumberjaya ini mendapat respons yang sangat positif dari pengurus dan jamaah Majelis Taklim Al-Barokah Bunut. Suasana pengajian berlangsung dinamis dengan adanya sesi tanya jawab mengenai persoalan keagamaan sehari-hari.
Melalui pembinaan rutin ini, KUA Sumberjaya berharap Majelis Taklim Al-Barokah tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi mampu bertransformasi menjadi pusat edukasi keagamaan yang melahirkan masyarakat Desa Panjalin Kidul yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia.
Kontributor : Eki Kurniawan


Komentar