Malausma, (KEMENAG) — Memperingati Hari Anak Nasional, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Malausma menggelar podcast edukatif melalui kanal TikTok resminya pada Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Anak dalam Perspektif Agama Islam” sebagai upaya memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat mengenai pola pengasuhan anak sesuai tuntunan syariat.
Podcast yang dipandu oleh Alif Sinta, S.Kom.I tersebut menghadirkan Fasilitator Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Bina Keluarga Sakinah, H. Jalaludin, M.Ag., sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Jalaludin menegaskan bahwa Islam memberikan kedudukan yang sangat mulia dan berdimensi spiritual bagi seorang anak. Menurutnya, anak tidak hanya sekadar penerus keturunan, tetapi juga amanah dari Allah SWT yang wajib dijaga.
“Anak adalah amanah yang kelak harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Selain sebagai anugerah dan penerus keturunan, anak juga dapat menjadi amal jariyah orang tua melalui doa anak yang saleh, sekaligus menjadi ujian sejauh mana kita mampu menjalankan tanggung jawab pengasuhan,” ujar Jalaludin.
Lebih lanjut, Jalaludin membagikan tips menghadapi anak yang sulit diatur atau membangkang sesuai ajaran Islam. Ia mengajak para orang tua untuk meneladani pola pengasuhan Luqman Al-Hakim yang senantiasa mengedepankan hikmah, keteladanan, nasihat yang santun, serta komunikasi yang lembut.
Ia juga mengutip pesan Rasulullah SAW mengenai pentingnya mengendalikan emosi saat mendidik buah hati.
“Ketika seorang sahabat meminta nasihat, Rasulullah SAW mengulang kalimat ‘Jangan marah’ hingga tiga kali. Ini menjadi pedoman utama bagi orang tua agar selalu mengedepankan kesabaran dan mampu mengendalikan emosi dalam mendidik anak,” tegasnya.
Di akhir sesi, Jalaludin berpesan kepada para orang tua agar senantiasa bersemangat mendidik putra-putrinya dengan penuh cinta, doa, dan pendidikan akhlak yang baik. Ia juga mengingatkan anak-anak untuk terus berbakti dan menghormati kedua orang tua.
Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Malausma berharap peringatan Hari Anak Nasional tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Momentum ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa keluarga merupakan madrasah pertama dalam mencetak generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan berkualitas.
Kontributor: Alif Sinta


Komentar