Tarikolot (KEMENAG) — Keluarga besar MTs Negeri 13 Majalengka menunjukkan komitmen kebersamaan dan empati antar sesama civitas akademika melalui kegiatan Iyadatul Marid (menjenguk orang sakit) ke kediaman H. Rastim, ayahanda dari salah satu tenaga pendidik, Aah Rustiah, S.Pd., di Desa Tarikolot, Kecamatan Palasah, pada Selasa (11/8/2026).
Kegiatan kepedulian sosial dan keagamaan ini dihadiri langsung oleh Kepala MTsN 13 Majalengka, Drs. H. Sutisno, M.Pd.I., Wakil Kepala Madrasah bidang Humas, Sulaeman, M.Pd.I., serta perwakilan guru-guru, di antaranya Dede Yayan T, S.Ag., Aan Kusdianingsih, S.Pd.I., Hj. Sri Nurhayati, S.Pd., dan Lucu Rusmawati, S.Pd.I.
Rangkaian acara diawali dengan tawasul dan doa bersama yang dipimpin oleh Pembina Keagamaan MTsN 13 Majalengka, Dede Yayan T, S.Ag. Suasana khidmat menyelimuti jalannya doa yang ditujukan khusus untuk kesembuhan dan kesehatan H. Rastim.
Dalam sambutannya, Kepala MTsN 13 Majalengka, Drs. H. Sutisno, M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari nilai-nilai kekeluargaan yang terus ditanamkan di lingkungan madrasah.
“Kehadiran kami di sini adalah wujud kepedulian, empati, dan ikatan kekeluargaan yang erat di antara kita. Ketika ada keluarga besar madrasah atau orang tua kita yang sedang diuji dengan sakit, sudah menjadi kewajiban bersama untuk hadir memberikan dukungan moral dan doa,” ujar Sutisno.
Sementara itu, perwakilan pihak tuan rumah yang juga guru MTsN 13 Majalengka, Aah Rustiah, S.Pd., menyampaikan rasa haru dan terima kasih mendalam atas perhatian serta kehadiran jajaran pimpinan dan rekan-rekan guru. Menurutnya, dukungan serta doa dari keluarga besar madrasah menjadi penguat dan penawar duka bagi keluarga yang sedang mendampingi ayahanda tercinta, H. Rastim, yang sedang sakit.
Melalui kegiatan Iyadatul Marid ini, diharapkan dapat memberikan semangat serta ketenangan jiwa bagi H. Rastim, sekaligus menjadi ikhtiar untuk mempererat tali silaturahmi di antara Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga pendidik. Tindak lanjut dari kegiatan sosial keagamaan semacam ini akan terus dilestarikan sebagai bagian dari budaya kerja humanistis di lingkungan madrasah.
Diharapkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial ini dapat terus dipupuk, sehingga berimplikasi positif terhadap soliditas internal, kenyamanan lingkungan kerja, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan keagamaan di Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.
Kontributor : Obay Bashori


Komentar