Pangkalanpari (Kemenag)- Gelak tawa dan sorak-sorai penuh keceriaan mewarnai halaman MTsN 15 Majalengka saat jajaran guru dan para siswa membaur mengikuti anekalomba hiburan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu (19/8/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 14.00 WIB ini menjadi ajang penguat silaturahmi dan rasa kekeluargaan di lingkungan madrasah.
Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan secara resmi pada pagi hari. Dalam sambutannya, Kepala MTsN 15 Majalengka, Luthfiq Kholidi, M.Pd.I, M.Si, berpesan agar momentum kemerdekaan dimaknai dengan tindakan nyata yang produktif.
“Sebagai siswa, cara mengisi kemerdekaan adalah dengan belajar dengan baik, rajin, dan berprestasi. Selain itu, siswa harus berperilaku baik kepada sesama, taat, dan hormat kepada orang tua serta guru,” tegas Luthfiq.
Usai pembukaan, suasana berganti riuh saat enam jenis perlombaan kreatif digelar secara bergantian, mulai dari voli sarung, estafet kardus, estafet gelas balon, estafet karet tepung, makan kerupuk pancing, hingga joget goyang kardus. Keterlibatan aktif para guru bertanding berdampingan dengan para siswa menciptakan atmosfer yang hangat tanpa sekat, mencerminkan kekompakan dan nilai sportivitas.
Pembina OSIS MTsN 15 Majalengka, Darini ElRasti, S.H.I., menjelaskan bahwa ajang ini dirancang sebagai ruang rekreasi edukatif untuk mempererat hubungan emosional warga sekolah.
“Melalui lomba Agustusan ini, kami ingin membangun kebersamaan antara siswa dan guru. Kegiatan yang sederhana tetapi penuh keceriaan seperti ini dapat menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan sportivitas, dan menciptakan suasana madrasah yang lebih hangat,” ungkap Darini.
Rasa antusias juga diungkapkan oleh Ketua OSIS MTsN 15 Majalengka, Siti Imas Masitoh. Ia mengaku bangga dapat menikmati keseruan lomba bersama para guru. Menurutnya, momen tersebut membuat antarpeserta didik dan tenaga pendidik menjadi kian solid.
Sebagai tindak lanjut, pihak madrasah berkomitmen untuk terus merawat iklim sekolah yang inklusif dan humanis melalui berbagai kegiatan kebersamaan berbasis pembentukan karakter secara berkala.
Melalui keharmonisan dan semangat gotong royong yang terbangun dari perayaan ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan belajar yang kondusif, bahagia, serta berimplikasi positif terhadap pendidikan.
editor: D.Win


Komentar