Jatiwangi (Kemenag)- Pengawas Pembina Madrasah Aliyah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Hj. Yoyoh Adewiyah, M.Ag., melaksanakan pembinaan dan monitoring awal Tahun Pelajaran 2026/2027 di MAN 3 Majalengka, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh layanan pendidikan di madrasah berjalan sesuai standar sejak awal tahun pelajaran, baik pada aspek akademik, administrasi, maupun pelaksanaan pembelajaran.
Monitoring berlangsung di ruang kepala madrasah dan sejumlah ruang kelas. Kegiatan diikuti Kepala MAN 3 Majalengka, Hj. Ela Nurlaela, M.Pd., bersama jajaran wakil kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan.
Dalam pembinaan tersebut, Pengawas Pembina menelaah berbagai dokumen yang menjadi indikator kesiapan penyelenggaraan pendidikan di madrasah. Aspek yang diperiksa meliputi pelaksanaan Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM), Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA), kesiapan Tim Pengembang Kurikulum Berbasis Cinta (TPKBC), serta kelengkapan dan pengesahan dokumen kurikulum MAN 3 Majalengka.
Selain pemeriksaan administrasi, Hj. Yoyoh Adewiyah juga meninjau secara langsung proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sejumlah ruang kelas. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembelajaran telah berlangsung sesuai jadwal, guru melaksanakan tugas secara optimal, serta suasana belajar berjalan tertib dan kondusif.
Ia menegaskan bahwa monitoring tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi, tetapi juga sebagai sarana pembinaan dan pendampingan agar seluruh program madrasah senantiasa selaras dengan kebijakan serta arah pengembangan pendidikan Kementerian Agama.
Usai melakukan peninjauan, Hj. Yoyoh Adewiyah mengapresiasi kesiapan MAN 3 Majalengka dalam mengawali Tahun Pelajaran 2026/2027.
“Secara keseluruhan administrasi madrasah tersusun dengan baik dan tertib. Pelaksanaan KBM di awal tahun pelajaran juga sudah berjalan normal. Mulai dari PMBM hingga MATAMUDA terlaksana secara optimal, terstruktur, dan menunjukkan kesiapan yang sangat baik,” ujarnya.
Ia berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan sehingga mutu layanan pendidikan di MAN 3 Majalengka semakin meningkat dari waktu ke waktu melalui perbaikan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala MAN 3 Majalengka Bidang Akademik, Muhammad Nashrudin Falah, S.Pd.I., menjelaskan bahwa seluruh dokumen akademik yang menjadi objek monitoring telah dipersiapkan secara sistematis sebelum tahun pelajaran dimulai dengan mengacu pada Keputusan Menteri Agama (KMA) dan regulasi yang berlaku.
Menurutnya, penyusunan dokumen diawali dengan analisis kebutuhan madrasah, pembentukan Tim Pengembang Kurikulum Berbasis Cinta (TPKBC), penyusunan draf kurikulum, pembahasan bersama dewan guru, reviu dan penyempurnaan dokumen, hingga pengesahan oleh kepala madrasah.
“Setiap dokumen dibahas secara kolektif bersama tim sehingga tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi benar-benar siap menjadi pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala MAN 3 Majalengka, Hj. Ela Nurlaela, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pembinaan dan arahan yang diberikan Pengawas Pembina. Ia menyatakan bahwa seluruh masukan yang diterima akan menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas arahan dan pembinaan yang diberikan. Hasil monitoring ini menjadi bahan evaluasi sekaligus penguatan bagi kami untuk terus menjaga kualitas pembelajaran, memperkuat tata kelola administrasi, serta meningkatkan pelayanan pendidikan kepada seluruh peserta didik,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, MAN 3 Majalengka akan terus melakukan penyempurnaan tata kelola akademik, memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, serta meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pembinaan dan evaluasi yang berkesinambungan.
Melalui kegiatan monitoring awal tahun pelajaran ini, Kementerian Agama Kabupaten Majalengka berharap seluruh madrasah mampu menyelenggarakan pendidikan sesuai standar yang ditetapkan, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta menghadirkan layanan pendidikan yang profesional, berkualitas, dan berkarakter. Upaya tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu layanan Kementerian Agama kepada masyarakat.
Kontributor: FIRMAN SAEFATULLAH


Komentar