Rajagaluh (Kemenag) — MAN 2 Majalengka melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Kamis (30/7/2026) di Auditorium MAN 2 Majalengka. Kegiatan ini diikuti oleh Tim Kurikulum Berbasis Cinta MAN 2 Majalengka dan dipimpin oleh Pengawas Madrasah, Budihardjo, M.Pd.
Monitoring dan evaluasi dilaksanakan sebagai upaya untuk mengetahui pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 2 Majalengka yang merupakan Madrasah Aliyah Plus Keterampilan, sekaligus memberikan penguatan terhadap implementasi kurikulum yang berorientasi pada pembentukan karakter dan budaya cinta dalam lingkungan pendidikan.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Wakil Kepala MAN 2 Majalengka Bidang Kurikulum, Dendi Hartono, S.Ag. Dalam sambutannya, Dendi menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan monitoring dan evaluasi yang menjadi sarana refleksi dan pengembangan kualitas pembelajaran di madrasah.
“Monitoring dan evaluasi ini menjadi momentum yang sangat baik bagi MAN 2 Majalengka untuk terus memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam setiap proses pendidikan. Kami berharap berbagai masukan yang diberikan dapat menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan dalam mewujudkan madrasah yang unggul, berkarakter, dan mampu menanamkan nilai-nilai cinta kepada sesama, lingkungan, serta bangsa,” ujar Dendi.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan mengenai pelaksanaan dan hasil monitoring serta evaluasi kurikulum di MAN 2 Majalengka. Dalam pemaparannya, Budihardjo menjelaskan berbagai aspek yang menjadi perhatian dalam implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, mulai dari integrasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran hingga penguatan budaya madrasah yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang positif dan humanis.
Budihardjo menyampaikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan salah satu ikhtiar untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik.
“Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta harus dapat tercermin dalam setiap aktivitas pembelajaran dan budaya madrasah. Pendidikan yang dilandasi nilai-nilai cinta akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki empati, kepedulian, dan akhlak yang baik. Monitoring dan evaluasi ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaannya di MAN 2 Majalengka,” ungkap Budihardjo.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, MAN 2 Majalengka diharapkan semakin optimal dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai bagian dari penguatan karakter peserta didik dan pengembangan madrasah yang unggul, inovatif, serta berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan.
Kontributor: Reni Tania Nurmala, S.Pd.


Komentar