Dawuan (KEMENAG) — Penyuluh Agama Kristen Kecamatan Dawuan memberikan pembinaan kepada pelajar agama Kristen dalam kegiatan Pembinaan Anak Indonesia Hebat di SDN 2 Kadipaten, Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan karakter positif dan nilai-nilai keagamaan sejak dini.
Pembinaan diikuti oleh anak-anak pelajar agama Kristen SDN 2 Kadipaten dengan menghadirkan Christiana Bonita, S.Th., Penyuluh Agama Kristen Kecamatan Dawuan, sebagai narasumber. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan agama Kristen dengan tema “Bukan Karena Dipuji”.
Dalam pembinaannya, Christiana mengangkat pesan yang bersumber dari Kolose 3:23, yang mengajarkan agar setiap pekerjaan dilakukan dengan sungguh-sungguh sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan. Anak-anak diajak memahami bahwa melakukan kebaikan hendaknya tidak didasarkan pada keinginan mendapatkan pujian atau penghargaan dari orang lain.
Melalui penyampaian materi dan pembinaan, para peserta diarahkan untuk membangun karakter yang jujur, bertanggung jawab, serta memiliki ketulusan dalam melakukan setiap kebaikan. Anak-anak juga diberikan pemahaman bahwa berbuat benar tetap harus dilakukan meskipun tidak ada orang lain yang melihat ataupun memberikan penghargaan.
Nilai tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi anak-anak dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat. Sikap tulus dalam berbuat baik juga diharapkan mampu membentuk generasi yang memiliki integritas dan tidak mudah bergantung pada apresiasi manusia.
“Anak-anak perlu memahami bahwa kebaikan tidak selalu harus mendapatkan pujian. Yang lebih utama adalah melakukan yang benar dengan tulus karena Tuhan melihat setiap perbuatan yang kita lakukan,” ujar Bonita dalam pembinaan tersebut.
Kegiatan Pembinaan Anak Indonesia Hebat diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari. Pembinaan keagamaan secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam memperkuat karakter dan membentuk generasi muda yang berakhlak, bertanggung jawab, serta memiliki keteguhan dalam menjalankan nilai-nilai agama.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi penyuluh agama dengan lembaga pendidikan terus berkembang sehingga pembinaan keagamaan dapat memberikan manfaat nyata bagi anak-anak. Pada akhirnya, kegiatan tersebut diharapkan turut memberikan dampak positif terhadap pembentukan generasi berkarakter sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan Kementerian Agama kepada masyarakat.
Kontributor: Maman Suherman


Komentar