Berita Daerah MAN

Pembelajaran Sosiologi Kelas XII-11 di MAN 2 Majalengka, Mengkaji Fenomena KDRT melalui Teori Fungsionalisme dan Teori Konflik

Rajagaluh (KEMENAG) — Kelas XII-11 MAN 2 Majalengka melaksanakan kegiatan pembelajaran Sosiologi pada Kamis (13/8/2026) dengan mengangkat tema “Mengkaji Fenomena KDRT melalui Perspektif Teori Fungsionalisme dan Teori Konflik dalam Perubahan Sosial”. Kegiatan dipandu oleh Ana Nurhasanah, S.Sos.

Pembelajaran diawali dengan penjelasan materi oleh guru, kemudian dilanjutkan dengan pemberian kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sebagai stimulus. Murid diminta mengidentifikasi permasalahan serta menganalisis pilihan solusi yang dapat dilakukan dalam menghadapi permasalahan tersebut.

Selanjutnya, murid diajak membandingkan dan menjelaskan kasus melalui perspektif teori fungsionalisme dan teori konflik. Diskusi dilakukan secara langsung dengan melibatkan seluruh murid sehingga mereka dapat menyampaikan pendapat dan membangun argumentasi berdasarkan konsep Sosiologi.

Ana menyampaikan bahwa pembelajaran tersebut dirancang agar murid mampu melihat sebuah fenomena sosial dari berbagai sudut pandang. “Melalui pembelajaran ini, murid tidak hanya mencari satu jawaban, tetapi belajar membangun argumentasi berdasarkan teori Sosiologi. Satu fenomena sosial dapat dipahami secara berbeda sesuai dengan perspektif teori yang digunakan,” ungkap Ana.

Menurut Ana, pendekatan berbasis kasus juga penting bagi murid kelas XII karena dapat menghubungkan konsep yang dipelajari di kelas dengan berbagai fenomena sosial yang ada di masyarakat.

Lestarikan Budaya dan Nilai Sejarah, Warga Desa Gunung Kuning Gelar Ziarah Makam Raden Mas Lumpi

Kegiatan ini memberikan sejumlah manfaat bagi murid kelas XII, di antaranya meningkatkan kemampuan berpikir kritis, menganalisis permasalahan sosial, menyampaikan pendapat secara terstruktur, serta memahami perbedaan sudut pandang dalam mengkaji suatu fenomena.

Selain memperkuat pemahaman terhadap materi Sosiologi, pembelajaran ini juga melatih murid untuk menyusun argumentasi secara logis dan objektif. Kemampuan tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan murid kelas XII dalam menghadapi pembelajaran lanjutan maupun berbagai persoalan sosial di lingkungan masyarakat.

Melalui pembelajaran yang kontekstual dan interaktif, MAN 2 Majalengka terus mendorong murid untuk tidak sekadar memahami teori, tetapi mampu menggunakannya sebagai alat untuk membaca dan memahami realitas sosial secara kritis.

Kontributor: Reni Tania Nurmala

MTsN 10 Majalengka Kirim Tujuh Siswa Ikuti OMI 2026

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *