Jatiwangi (KEMENAG) — MAN 3 Majalengka menyelenggarakan kegiatan pembinaan bela negara pada hari kedua Masa Ta’aruf Murid Baru Madrasah (MATAMUDA), Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan Komandan Komando Rayon Militer (Danramil) 1712/Jatiwangi, Kapten Inf Maman Kardiman, S.E., sebagai pemateri utama guna menanamkan wawasan kebangsaan dan nilai-nilai kedisiplinan kepada para siswa baru.
Pemberian materi bela negara ini bertujuan untuk membangun pemahaman yang utuh mengenai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus memupuk rasa nasionalisme sejak dini. Pemahaman bela negara dinilai sangat krusial bagi generasi muda guna menjaga kedaulatan bangsa. Hal ini tidak hanya terbatas pada kesiapan menghadapi ancaman fisik, melainkan juga ketahanan terhadap infiltrasi budaya dan serangan di dunia digital yang berpotensi memecah belah bangsa.
”NKRI Harga Mati” sebagai Landasan Karakter
Dalam paparannya, Danramil 1712/Jatiwangi, Kapten Inf Maman Kardiman, S.E., menegaskan pentingnya prinsip kedisiplinan dan rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda sebagai modal dasar pembangunan bangsa.
”NKRI Harga Mati. Berawal dari kedisiplinan pribadi dan pemahaman yang utuh akan kedaulatan negara, kita dapat berperan aktif mengisi kemerdekaan melalui kegiatan positif serta karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Maman.
Senada dengan hal tersebut, Kepala MAN 3 Majalengka, Hj. Ela Nurlaela, M.Pd., menekankan pentingnya penguatan fondasi kebangsaan bagi para peserta didik baru sebagai benteng moral mereka di era modern.
”Sangat penting bagi siswa untuk memiliki pemahaman bela negara yang kuat karena ini merupakan fondasi utama kita dalam berbangsa. Pemahaman nasionalisme yang utuh akan membentengi para siswa dari pengaruh paham ekstremisme, radikalisme, serta upaya-upaya disintegrasi bangsa,” ujar Ela.
Kekompakan sebagai Stimulus Kedisiplinan Siswa
Rangkaian pembinaan ini dikemas secara interaktif dengan memadukan teori dan praktik di lapangan. Agenda diawali dengan pemaparan materi wawasan kebangsaan di dalam ruangan, kemudian dilanjutkan dengan aktivitas lapangan yang meliputi:
- Latihan Baris-Berbaris (LBB): Difungsikan sebagai instrumen awal untuk membentuk ketahanan fisik, konsentrasi, mentalitas tangguh, dan kepatuhan instruksi.
- Latihan Kekompakan dan Kebersamaan: Diisi dengan pembuatan yel-yel penyemangat kelompok serta aksi menyanyi bersama guna memupuk rasa bangga dan rasa memiliki terhadap almamater MAN 3 Majalengka.
Melalui bimbingan yang tegas namun edukatif dari personel TNI, para siswa baru menunjukkan progres kedisiplinan, kekompakan, serta solidaritas kelompok yang signifikan di akhir kegiatan.
Membumikan Jiwa Nasionalisme dalam Keseharian
Pihak madrasah berharap sikap disiplin yang terbentuk selama masa MATAMUDA ini tidak bersifat sementara, melainkan dapat diinternalisasi menjadi kebiasaan sehari-hari, baik dalam proses pembelajaran di kelas maupun dalam interaksi sosial. Ke depan, pembentukan karakter berbasis nasionalisme ini akan terus diintegrasikan secara berkesinambungan melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler serta pembiasaan harian di lingkungan madrasah.
Secara keseluruhan, pembekalan bela negara ini sukses membekali generasi muda MAN 3 Majalengka dengan benteng moral dan kedisiplinan yang kokoh. Bagi masyarakat, program ini memberikan manfaat jangka panjang berupa lahirnya generasi penerus yang berkarakter, berakhlak mulia, cakap digital, serta berkomitmen menjaga persatuan bangsa demi kemajuan daerah nasional.
Kontributor: Firman Saefatullah (Humas MAN 3 Majalengka)
Editor: Dwi Winarti


Komentar