Talaga (Kemenag) — Guna memberikan pengalaman belajar kontekstual dan memperkuat pemahaman sains secara mendalam, peserta didik MAN 1 Majalengka menggelar demonstrasi praktikum Sifat Koligatif Larutan. Pembelajaran praktik berbasis penerapannya dalam kehidupan sehari-hari tersebut dilaksanakan di Ruang Kelas XII-3 MAN 1 Majalengka, Selasa (1/9/2026).
Rangkaian kegiatan difokuskan pada konsep Penurunan Titik Beku melalui demonstrasi pembuatan es sederhana. Di bawah bimbingan guru mata pelajaran Kimia, kelompok siswa yang terdiri dari Rinas Salsabilah, Angghi, Riksa Nurul Hikmah, Siti Nurjalila, dan Syaina Lutfiana Dewi Dania menyiapkan alat, bahan, serta membagi tugas secara terkoordinasi. Selama praktikum berlangsung, para siswa mengamati fenomena penambahan garam dapur ke dalam es batu yang menyebabkan suhu campuran menjadi lebih rendah dibandingkan pelarut murni, mencatat hasil perubahan, serta mendiskusikan kaitan fenomena tersebut dengan teori kimia dasar.
Penyelenggaraan demonstrasi ini dirancang untuk menjembatani teori akademik di dalam buku teks dengan fenomena praktis di lingkungan sekitar. Melalui metode praktikum interaktif dan kolaboratif, peserta didik tidak hanya dituntut menghafal rumus, tetapi juga melatih keterampilan proses sains, berpikir kritis, serta ketelitian pengamatan.

Guru Mata Pelajaran Kimia MAN 1 Majalengka, Ira Irawati, S.Pd., menjelaskan pentingnya pendekatan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan pemahaman siswa.
“Praktikum pembuatan es sederhana ini merupakan bentuk pembelajaran eksperimental agar siswa paham bahwa sains sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui percobaan ini, para siswa dapat membuktikan secara langsung bagaimana penambahan zat terlarut seperti garam mampu menurunkan titik beku larutan,” ujar Ira.
Sementara itu, Rinas Salsabilah, salah satu siswi kelas XII-3 yang menjadi bagian dari kelompok demonstrasi, mengungkapkan antusiasmenya atas pengalaman praktikum tersebut.
“Kegiatan ini membuat pelajaran Kimia terasa menyenangkan dan lebih mudah dipahami. Kami belajar bekerja sama dalam kelompok, mengamati perubahan suhu, dan mengerti alasan ilmiah di balik pembuatan es tradisional yang ternyata memanfaatkan prinsip penurunan titik beku,” ungkap Rinas.
Sebagai tindak lanjut, hasil pengamatan dan analisis data praktikum dari setiap kelompok dirangkum dalam bentuk laporan ilmiah sederhana sebagai bahan evaluasi portofolio mata pelajaran Kimia.
Melalui kegiatan praktikum ini, diharapkan dapat meningkatkan keterampilan proses sains, kemampuan bekerja sama, ketelitian pengamatan, serta kemampuan peserta didik dalam menghubungkan konsep sifat koligatif larutan dengan penerapannya dalam kehidupan nyata, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pembelajaran di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar