Majalengka (Kemenag) — Sebanyak 100 siswa yatim dan dhuafa jenjang SMP/MTs se-Kabupaten Majalengka menerima bantuan paket perlengkapan sekolah melalui program Anak Yatim dan Dhuafa Back to School yang diselenggarakan di Gedung Islamic Center Majalengka, Jumat (24/7/2026). Program tersebut merupakan hasil sinergi antara BAZNAS Kabupaten Majalengka dan CSR PT Diamond International Indonesia dalam mendukung keberlanjutan pendidikan bagi peserta didik yang membutuhkan pada awal tahun ajaran baru.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, Agus Asri Sabana, perwakilan CSR PT Diamond International Indonesia, serta Bupati Majalengka, Eman Suherman. Acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan perlengkapan sekolah secara simbolis kepada para siswa penerima manfaat.
Dari MTsN 13 Majalengka, dua peserta didik, yakni Kinkin dan Farhan Farhatul, turut menerima bantuan tersebut. Keduanya hadir didampingi oleh Kepala MTsN 13 Majalengka, Sutisno, bersama Wakil Kepala Madrasah Bidang Sarana dan Prasarana, Sulaeman.
Dalam sambutannya, Bupati Majalengka mengapresiasi kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Majalengka dan PT Diamond International Indonesia yang telah menunjukkan kepedulian terhadap dunia pendidikan. Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu membantu meringankan beban keluarga penerima manfaat sekaligus memberikan semangat kepada anak-anak untuk terus menempuh pendidikan.
Kepala MTsN 13 Majalengka, Sutisno, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka serta PT Diamond International Indonesia atas bantuan yang diberikan kepada peserta didiknya.
“Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak kami. Selain membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah, bantuan ini juga memberikan motivasi dan rasa percaya diri kepada mereka untuk lebih semangat belajar serta meraih cita-cita,” ujar Sutisno.
Program Anak Yatim dan Dhuafa Back to School menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan peserta didik dari keluarga kurang mampu. Melalui kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, dan dunia usaha, diharapkan semakin banyak anak yang memperoleh kesempatan belajar dengan dukungan sarana pendidikan yang memadai.
Sinergi yang terus terjalin antara berbagai pihak diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi peserta didik serta memperkuat upaya peningkatan mutu layanan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.


Komentar