Berita Daerah

MTsN 10 Majalengka Terapkan Nilai Panca Cinta Lewat Apresiasi Mural Terakota

Jatiwangi (KEMENAG) — Dalam upaya menanamkan karakter dan akhlak mulia kepada peserta didik, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 10 Majalengka menerapkan nilai-nilai “Panca Cinta” dalam proses pembelajaran Seni Budaya pada Senin (14/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas 7B ini mengajak para siswa tidak hanya untuk mengapresiasi sebuah karya seni, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan secara mendalam.

Guru Seni Budaya MTsN 10 Majalengka sekaligus narasumber kegiatan, Mutia Meilinia, S.Pd., merancang rangkaian pembelajaran secara interaktif. Kegiatan diawali dengan mengajak seluruh siswa kelas 7B mengamati dan mengapresiasi hasil karya mural terakota. Karya seni tersebut merupakan peninggalan dari kakak kelas yang telah lulus, yang dibuat berkolaborasi dengan Posyandu Terakota. Setelah pengamatan, proses belajar dilanjutkan dengan sesi diskusi di mana seluruh siswa secara antusias memberikan tanggapan dan ragam pandangan yang berbeda terkait makna di balik karya tersebut.

Pembelajaran ini ditujukan untuk menanamkan empat dari nilai-nilai dasar Panca Cinta ke dalam sanubari siswa,

  1. Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, yang diwujudkan melalui pembentukan akhlak mulia selama proses belajar mengajar berlangsung.
  2. Cinta kepada Diri dan Sesama, guna mengembangkan rasa empati dan sikap saling menghargai terhadap hasil karya orang lain.
  3. Cinta kepada Ilmu dengan menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat melalui pembelajaran seni budaya.
  4. Cinta kepada Lingkungan (Alam), yang bertujuan membangun kesadaran siswa untuk menjaga dan merawat hasil karya mural terakota yang kini telah menjadi bagian dari identitas dan lingkungan MTsN 10 Majalengka.

“Melalui metode apresiasi ini, siswa didorong untuk bisa berpikir kritis dan memberikan pandangan yang baru terhadap hasil karya mural terakota,” ungkap Mutia di sela-sela kegiatan. Ia juga menambahkan bahwa tindak lanjut dari kegiatan ini adalah membiasakan pola pikir apresiatif dan kritis pada mata pelajaran lain maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Tujuan utama dari pembelajaran terintegrasi ini adalah agar siswa mampu memupuk rasa empati terhadap sesama teman, yang tidak terbatas pada penghargaan terhadap sebuah karya seni saja, melainkan meluas pada interaksi sosial sehari-hari. Semoga inovasi pembelajaran ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan madrasah.

MTsN 1 Majalengka Gelar Peringatan Maulid Nabi SAW, Momentum Teladani Akhlak Rasulullah

Kontributor: Mutia Meilinia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *