Leuwimunding (Kemenag) — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Majalengka menggelar kegiatan Upacara Kesadaran yang diikuti secara khidmat oleh seluruh siswa, dewan guru, dan staf Tata Usaha (TU). Kegiatan ini berlangsung di lapangan upacara madrasah setempat pada Senin (3/8/2026) dan menjadi momentum strategis untuk menanamkan kedisiplinan sekaligus memperkuat rasa nasionalisme seluruh civitas akademika.
Rangkaian upacara berjalan secara terstruktur dan tertib sejak pagi hari. Salah satu agenda utama dalam tata upacara kali ini adalah pembacaan Ikrar Pelajar, sebuah rutinitas yang diwajibkan setiap hari Senin sesuai dengan Surat Edaran (SE) Mendikdasmen Nomor 4 Tahun 2026. Usai pembacaan ikrar, kegiatan dilanjutkan dengan amanat pembina upacar yang mengupas makna dari isi ikrar tersebut agar tidak sekadar menjadi hafalan, tetapi benar-benar dihayati oleh para siswa.
Bertindak selaku pembina upacara, Emis Misbahudin, S.Pd., memberikan amanat yang mendalam mengenai poin-poin dalam ikrar tersebut.Ia mengupas Ikrar Pelajar poin kelima, yakni tentang mencintai tanah air Indonesia.
Dalam amanatnya, Emis menyampaikan bahwa kedisiplinan dan rasa cinta tanah air harus berjalan beriringan dalam proses pendidikan.
“Upacara yang rutin kita laksanakan ini adalah salah satu bentuk nyata kecintaan kita pada tanah air. Isi dari Ikrar Pelajar ini sangat relevan dengan kurikulum berbasis cinta yang sedang kita terapkan di madrasah. Kita harus ingat bahwa muara dari segala proses pendidikan adalah terbentuknya sebuah kesadaran yang utuh dari dalam diri siswa,” tegas Emis.
Kegiatan ini secara khusus bertujuan untuk membekali siswa dengan pemahaman karakter kebangsaan yang kuat dan menumbuhkan kesadaran berbangsa. Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh para siswa dalam membentuk kepribadian yang tangguh, tetapi juga menjadi pengingat bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan madrasah untuk terus menjadi teladan. Sebagai tindak lanjut, pihak madrasah merencanakan integrasi nilai-nilai ikrar pelajar ini secara berkelanjutan dalam setiap aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan ekstrakurikuler.
Melalui kegiatan pembinaan karakter yang berkesinambungan ini, diharapkan seluruh siswa dapat menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari, baik di madrasah maupun di tengah masyarakat. Lebih jauh, langkah ini sangat diharapkan dapat terus memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan.


Komentar