Jatiwangi (KEMENAG) – Dalam upaya membentuk generasi Qurani yang mumpuni, Pondok Pesantren (Ponpes) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Majalengka menggelar program pembinaan Tahsinul Qira’at bagi para santri pada Rabu (15/07/2026). Kegiatan ini merupakan ikhtiar nyata pondok pesantren dalam membangun budaya mencintai Al-Qur’an melalui bacaan yang benar dan tartil.
Kegiatan pembinaan yang dipusatkan di Masjid Al-Azfar MAN 3 Majalengka ini diikuti dengan penuh kesungguhan oleh seluruh santri putra maupun putri. Secara kronologis, rangkaian kegiatan dimulai sesaat setelah pelaksanaan salat Asar berjamaah. Agenda diawali dengan penguatan materi teori ilmu tajwid secara klasikal, di mana para santri mempelajari berbagai kaidah bacaan, mulai dari makharijul huruf hingga penerapan hukum-hukum tajwid.
Setelah penjelasan teori, pembelajaran dilanjutkan pada sesi praktik yang lebih personal melalui metode sorogan. Pada sesi ini, satu per satu santri maju ke hadapan pembimbing untuk melantunkan ayat suci secara langsung, sehingga setiap kesalahan pengucapan maupun panjang pendek bacaan dapat dikoreksi secara rinci.
Kepala Asrama Ponpes MAN 3 Majalengka sekaligus Guru Bahasa Arab, K. Agus Jamaluddin, M.Pd., yang memimpin langsung jalannya kegiatan, menegaskan bahwa kualitas bacaan Al-Qur’an harus diukur dari ketepatan pelafalan sesuai kaidah.
“Pembelajaran Al-Qur’an tidak cukup hanya sebatas menghafal atau membaca dengan lancar, tetapi harus diimbangi dengan kebenaran tajwid dan makhrajnya. Melalui sistem sorogan ini, kami dapat memantau perkembangan setiap santri secara langsung dan detail, sehingga kualitas bacaan mereka benar-benar teruji dan berstandar,” ujar K. Agus Jamaluddin.
Hasil dari pembinaan Tahsinul Qira’at ini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Evaluasi langsung dari pembimbing memperlihatkan adanya peningkatan ketepatan penerapan hukum tajwid dan makhraj dari para santri dibandingkan pertemuan sebelumnya. Catatan evaluasi ini tidak sekadar menjadi penilaian, melainkan ruang belajar yang membentuk ketelitian dan kesabaran peserta didik.
Program rutin ini memberikan manfaat besar dalam pembentukan karakter religius, kedisiplinan, dan pemahaman mendalam terhadap kitab suci. Sebagai tindak lanjut yang berkesinambungan, pengelola pondok pesantren akan terus melakukan pemetaan kemampuan bacaan santri secara berkala. Hal ini bertujuan agar setiap santri memperoleh pendampingan yang sesuai dengan tingkat kemampuannya masing-masing.
Melalui pembiasaan membaca Al-Qur’an secara tartil ini, diharapkan lahir generasi yang mampu menjaga kemurnian Al-Qur’an sekaligus mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Terselenggaranya pembinaan keagamaan yang berkualitas secara konsisten ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan dan bimbingan keagamaan pada lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.
Kontributor : Firman Saefatullah (Humas MAN 3 Majalengka)
Editor : Dwi Winarti


Komentar