Berita Daerah

Membaca dari Sudut Madrasah, Pojok Baca MTsN 7 Majalengka Tumbuhkan Budaya Literasi

Jatitujuh (KEMENAG), 12 Agustus 2027 — Upaya menumbuhkan budaya literasi di kalangan peserta didik terus dilakukan MTsN 7 Majalengka. Salah satunya melalui pemanfaatan pojok baca sebagai ruang literasi yang nyaman, edukatif, dan mudah diakses siswa di lingkungan madrasah.

Keberadaan pojok baca diharapkan tidak sekadar menjadi tempat menyimpan dan membaca buku, tetapi juga menjadi ruang yang mendorong siswa untuk membangun kebiasaan membaca, memperluas wawasan, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Pemanfaatan ruang baca yang dekat dengan aktivitas siswa menjadi salah satu langkah sederhana untuk menciptakan lingkungan madrasah yang semakin mendukung budaya literasi.

Guru Bahasa Indonesia MTsN 7 Majalengka, Lina Marlina, S.Pd., mengatakan bahwa budaya membaca perlu dibangun melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten. Menurutnya, siswa akan lebih mudah tumbuh menjadi pribadi yang gemar membaca apabila lingkungan belajar menyediakan ruang yang menarik dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk memilih bahan bacaan sesuai minat.

“Pojok baca menjadi salah satu sarana untuk mendekatkan siswa dengan buku. Kami ingin membaca tidak dipandang sebagai kewajiban semata, tetapi menjadi kebiasaan yang menyenangkan. Dari membaca, siswa dapat memperoleh pengetahuan, memperkaya kosakata, sekaligus belajar menyampaikan gagasan dengan lebih baik,” ujar Lina.

Ia menambahkan, kegiatan literasi juga perlu diarahkan tidak hanya pada kemampuan membaca, tetapi dilanjutkan dengan aktivitas menulis, berdiskusi, merangkum, dan menyampaikan kembali informasi yang diperoleh dari bacaan. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga mampu mengolah informasi dan menghasilkan gagasan.

Lestarikan Budaya dan Nilai Sejarah, Warga Desa Gunung Kuning Gelar Ziarah Makam Raden Mas Lumpi

“Harapannya, siswa semakin terbiasa membaca dan kemudian menuangkan apa yang mereka baca dalam bentuk tulisan maupun gagasan. Literasi harus menjadi bagian dari kehidupan siswa di madrasah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam proses pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Penguatan pojok baca sejalan dengan berbagai upaya pengembangan budaya literasi di lingkungan pendidikan. Sejumlah kajian pendidikan juga menunjukkan bahwa pojok baca dapat menjadi sarana pendukung untuk meningkatkan minat baca apabila dikelola secara terencana dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Melalui keberadaan pojok baca, MTsN 7 Majalengka berupaya menciptakan ekosistem pembelajaran yang mendorong siswa untuk lebih dekat dengan buku dan pengetahuan. Kebiasaan membaca yang tumbuh secara konsisten diharapkan dapat memperkuat kemampuan literasi siswa sekaligus mendukung terbentuknya generasi madrasah yang berwawasan luas, kritis, kreatif, dan berprestasi.

Kontributor: Suratman

MTsN 10 Majalengka Kirim Tujuh Siswa Ikuti OMI 2026

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *