Talaga (KEMENAG) — Dalam rangka mempersiapkan kontingen terbaik menuju Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Madrasah Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026, MAN 1 Majalengka menggelar kegiatan Seleksi dan Pembinaan Pidato Bahasa Indonesia pada Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini berlangsung di lantai 1 Gedung Asrama Siswa MAN 1 Majalengka dan disambut dengan antusiasme tinggi oleh para peserta.
Ajang seleksi dan pembinaan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas X, XI, hingga XII yang memiliki minat dan bakat di bidang public speaking. Guna memberikan pembekalan mendalam, kegiatan ini menghadirkan empat narasumber yang merupakan guru Bahasa Indonesia MAN 1 Majalengka, yaitu Dra. Hj. Nani Rahayu, M.Pd., Adi Rodiansyah, S.Pd., Titin Watoniah, S.Pd., dan Heni Fauziah Hidayat, S.Pd.
Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan peserta agar mampu menampilkan kemampuan berpidato yang baik, komunikatif, berbobot, serta sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia. Selama pembinaan, peserta dibekali materi teknis meliputi penyusunan naskah, penguasaan materi, pengaturan intonasi, artikulasi, ekspresi, hingga penguasaan panggung.
Suasana pembinaan berlangsung interaktif. Selain mendapatkan teori, para peserta diberikan kesempatan mempraktikkan pidato secara langsung dan menerima masukan atau evaluasi dari para pembimbing. Peserta juga aktif bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai aspek yang menjadi tolok ukur penilaian dalam perlombaan.
Salah satu narasumber sekaligus guru pendamping, Heni FauziahHidayat, S.Pd., menekankan pentingnya memahami perbedaan konsep penyampaian sebelum menyusun naskah.
“Pidato merupakan penyampaian gagasan atau informasi kepada khalayak dengan tujuan tertentu secara terstruktur. Ceramah lebih berfokus pada penyampaian pengetahuan atau pemahaman kepada pendengar, sedangkan tausiah merupakan nasihat atau pesan keagamaan yang bertujuan memberikan penguatan nilai-nilai spiritual. Memahami perbedaan ketiganya akan membantu peserta menentukan gaya bahasa dan isi yang tepat sesuai dengan karakter lomba,” ungkap Heni.
Manfaat dari pembinaan intensif ini dirasakan langsung oleh peserta. Elsa, siswi kelas XII yang menjadi salah satu peserta seleksi, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru.
“Setelah mengikuti pembinaan ini, saya menjadi lebih paham cara menyusun naskah pidato yang baik dan mengetahui bagaimana menampilkan pidato yang menarik di depan juri. Arahan dari para narasumber membuat saya lebih jelas dalam mempersiapkan naskah dan penampilan untuk seleksi besok,” tuturnya.
Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan para peserta dapat memaksimalkan persiapan sehingga mampu tampil maksimal dan mengharumkan nama madrasah pada ajang PORSENI Madrasah Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan keagamaan serta pembinaan bakat siswa di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar