Weragati (KEMENAG)— MTsN 13 Majalengka terus berkomitmen memperkuat karakter dan kedisiplinan peserta didik di lingkungan madrasah. Hal tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Upacara Kesadaran yang berlangsung khidmat di Lapangan Serbaguna MTsN 13 Majalengka pada Senin (7/9/2026).
Upacara yang diikuti oleh seluruh civitas akademika MTsN 13 Majalengka tersebut menghadirkan Luci Rusmawati, S.Pd.I., sebagai pembina upacara. Sementara itu, siswa-siswi kelas 9.6 bertindak sebagai petugas upacara dan berhasil menjalankan tugasnya dengan tertib serta penuh tanggung jawab.
Dalam amanatnya, Pembina Upacara, Luci Rusmawati, S.Pd.I., menggarisbawahi pentingnya penanaman nilai “Budaya Rasa Malu” dalam kehidupan sehari-hari para siswa, baik di lingkungan madrasah maupun di luar sekolah. Beliau menekankan tiga poin utama yang menjadi perhatian bersama demi menjaga integritas dan keselamatan siswa MTsN 13 Majalengka.
Pertama, para siswa diimbau untuk tidak membiasakan diri bersikap tidak jujur atau mengaku berhalangan saat pelaksanaan ibadah bersama, seperti salat Dhuha dan salat Zhuhur berjamaah. Kedua, beliau menegaskan larangan menormalisasi penggunaan *make-up* atau tata rias berlebihan bagi siswi saat menghadiri kegiatan belajar mengajar. Ketiga, terkait keselamatan di jalan raya, pembina meminta siswa untuk tidak menaiki angkutan umum secara sembarangan, khususnya bergelantungan di bagian belakang angkot.
“Rasa malu adalah bagian dari iman dan filter utama dalam bersikap. Kita harus malu jika tidak jujur dalam beribadah, malu jika melanggar tata tertib madrasah, dan malu jika melakukan hal-hal yang membahayakan diri sendiri seperti bergelantungan di angkot,” ujar Luci dalam arahannya.
Penyampaian amanat ini bertujuan untuk membangun kesadaran moral, meningkatkan kedisiplinan, serta membentungi para siswa MTsN 13 Majalengka dari perilaku tercela dan tindakan yang membahayakan keselamatan jiwa.
Melalui upacara kesadaran ini, diharapkan seluruh siswa MTsN 13 Majalengka semakin disiplin, bertanggung jawab, menghargai guru dan sesama, serta memiliki semangat untuk belajar dan menjadi pribadi yang lebih baik. Hasil dari kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa dalam menaati tata tertib madrasah serta mempererat kebersamaan dan sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian upacara ditutup dengan doa bersama. Melalui pembinaan karakter yang berkelanjutan ini, diharapkan MTsN 13 Majalengka dapat terus memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan dan mendukung pencapaian layanan Kementerian Agama yang berkualitas.
Kontributor : Obay Bashori


Komentar