Rajagaluh (KEMENAG) — Murid kelas XII.7 mengikuti pembelajaran Bahasa Sunda pada Kamis (13/8/2026) dengan materi memahami dan menganalisis unsur Carita Pantun Sunda berjudul Mundinglaya Dikusumah. Pembelajaran dipandu oleh Reni Tania Nurmala, S.Pd. sebagai guru mata pelajaran.
Pada kegiatan tersebut, murid mempelajari unsur-unsur Carita Pantun Sunda sebagai salah satu warisan sastra Sunda buhun. Carita pantun merupakan karya sastra lisan yang telah berkembang sebelum abad ke-15 M dan keberadaannya tercatat dalam naskah Sanghyang Siksa Kandang Karesian, sehingga memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting untuk terus dilestarikan.
“Carita pantun bukan sekadar cerita lama, tetapi merupakan warisan sastra Sunda buhun yang mencerminkan nilai kehidupan, karakter, dan kearifan lokal masyarakat Sunda sejak masa lampau,” ujar Reni.
Reni Menambahkan, “Melalui pembelajaran ini, saya berharap murid semakin mencintai budaya Sunda dan turut berperan dalam melestarikan sastra buhun agar tetap dikenal serta diwariskan kepada generasi mendatang di tengah derasnya arus perkembangan zaman.”
Pembelajaran ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan murid terhadap bahasa dan budaya Sunda serta memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian sastra Sunda buhun sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya bangsa.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar