Berita Daerah

Langkah Kaki, Derap Semangat, dan Satu Tekad: Pencak Silat Jadi Magnet Baru Siswa MAN 3 Majalengka

Jatiwangi (KEMENAG) — Suara langkah kaki beradu dengan lapangan. Beberapa siswa mencoba gerakan dasar, sementara yang lain menyimak arahan pelatih dengan penuh perhatian. Ada yang datang dengan rasa penasaran, ada pula yang sejak awal memang ingin menguji kemampuan diri. Di antara riuh suasana seleksi, satu hal terlihat jelas: pencak silat sedang menemukan tempat istimewa di hati siswa MAN 3 Majalengka.

Pemandangan itu berlangsung di Lapangan Utama MAN 3 Majalengka, Selasa (11/8/2026), saat puluhan siswa mengikuti seleksi anggota baru ekstrakurikuler pencak silat. Dari sejumlah ekstrakurikuler olahraga yang ditawarkan, pencak silat mencatatkan jumlah pendaftar terbanyak.

Bagi sebagian siswa, seleksi bukan sekadar urusan diterima atau tidak sebagai anggota. Lapangan menjadi tempat untuk menguji keberanian, kekuatan fisik, sekaligus kesungguhan mereka menekuni olahraga bela diri yang telah menjadi bagian dari budaya bangsa.

Kegiatan dimulai dengan pengarahan teknis. Setelah itu, peserta mengikuti tes ketahanan fisik dasar sebelum beranjak pada pengenalan gerakan dasar pencak silat.

Gerakan demi gerakan diperagakan. Peserta kemudian mencoba mengikutinya. Sesekali gerakan harus diulang ketika posisi belum tepat. Dari proses itulah suasana latihan terasa hidup. Ada ketegangan saat mencoba gerakan baru, tetapi juga kegembiraan ketika berhasil melakukannya.

Perkuat Pemahaman Aset Negara, Staf TU MTsN 11 Majalengka Ikuti BISIKAN

Pembina Olahraga MAN 3 Majalengka, Siti Mutia Anggraeni, S.Pd., melihat tingginya minat tersebut sebagai tanda bahwa siswa memiliki kebutuhan terhadap ruang untuk bergerak, berlatih, sekaligus mengembangkan potensi mereka.

“Antusiasme siswa sangat menggembirakan. Pencak silat bukan hanya tentang kemampuan fisik, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan, keberanian, ketekunan, dan semangat pantang menyerah,” ujar Siti Mutia.

Menurutnya, ketertarikan siswa terhadap pencak silat menjadi modal awal yang baik untuk membangun pembinaan olahraga secara berkelanjutan. Minat yang besar perlu diikuti dengan latihan yang terarah agar potensi siswa dapat berkembang secara maksimal.

Karena itu, seleksi tersebut tidak menjadi akhir dari kegiatan. Siswa yang terpilih akan mengikuti latihan rutin dan pembinaan secara bertahap. Program latihan disiapkan untuk meningkatkan kemampuan teknik, fisik, dan mental mereka.

Targetnya pun tidak berhenti pada kemampuan tampil di lingkungan madrasah. Pembinaan diarahkan agar siswa memiliki kesiapan mengikuti berbagai kompetisi pencak silat di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Tingkatkan Kepedulian Sosial Siswa, MTsN 5 Majalengka Gelar Ceramah Keagamaan dan Shalat Duha Bersama

Namun, jauh sebelum berbicara tentang medali dan kejuaraan, lapangan MAN 3 Majalengka telah menjadi tempat dimulainya sebuah proses. Dari gerakan dasar yang masih harus berkali-kali dicoba, dari napas yang mulai teratur setelah latihan fisik, dan dari keberanian siswa melangkah ke arena seleksi, potensi itu perlahan dibentuk.

Pencak silat akhirnya bukan hanya menjadi ekstrakurikuler dengan jumlah peminat terbanyak. Ia menjadi ruang bagi siswa untuk belajar bahwa setiap gerakan membutuhkan ketepatan, setiap latihan membutuhkan kesabaran, dan setiap pencapaian selalu dimulai dari keberanian untuk mencoba.

Kontributor : Firman Saefatullah

Perkuat Karakter Unggul, MTsN 5 Majalengka Utus Siswa Terbaik di OMI 2026

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *