Majalengka (KEMENAG) – Momentum Ramadan 1447 H menjadi sarana penguatan spiritual bagi keluarga besar Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka. Dalam acara Silaturahmi Ramadan yang digelar di Gedung Yudha Abdi Negara, Sabtu (14/3/2026), Dr. H. Ojun Rojun, M.Ag., Penyelenggara Zakat Wakaf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, hadir memberikan tausiyah mendalam mengenai pentingnya membangun hubungan karib dengan Sang Pencipta.
Membawakan tema “Menjadi ‘Bestie’ Allah Melalui Kebaikan”, Ojun mengajak ratusan anggota Pramuka, baik yang hadir secara luring di Pendopo maupun daring melalui ruang virtual, untuk merefleksikan kembali orientasi hidup mereka.
Mengutip Al-Qur’an Surah Al-Ankabut ayat 69, Ojun menjelaskan bahwa gelar “Bestie” Allah layak disematkan kepada kaum muhsinin—mereka yang bersungguh-sungguh berjihad di jalan Allah dan konsisten berbuat baik.
“Menjadi orang yang dicintai Allah atau ‘bestie’-Nya membutuhkan pembuktian. Salah satunya adalah dengan menyegerakan urusan-Nya. Jangan sampai semangat kita menonton bola melebihi semangat bangun salat Subuh. Siapa yang menyegerakan urusan Allah, maka urusannya akan dimudahkan,” tutur Ojun di hadapan para pengurus Kwarcab dan Kwarran.
Salah satu poin yang mencuri perhatian adalah pemaparan Ojun mengenai filosofi sedekah. Beliau menegaskan bahwa dalam pandangan Al-Qur’an, sedekah tidak menggunakan hukum matematika pengurangan, melainkan “Matematika Pertanian”.
“Sedekah itu laksana menanam satu benih yang tumbuh menjadi tujuh tangkai, dan tiap tangkai menghasilkan seratus biji. Jika Anda menyedekahkan Rp1.000, jangan lihat sisanya yang berkurang, tapi lihat hasil investasinya yang bisa bernilai 700 kali lipat di sisi Allah,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa sedekah berfungsi sebagai as-shadaqatu tadfa’ul bala (penolak bala), pelindung dari musibah yang nilainya jauh lebih besar.
Ojun juga menyoroti perbedaan orientasi hidup antara pemburu dunia dan pemburu akhirat. Ia menggunakan tamsil menanam padi untuk menggambarkan prioritas hidup.
“Jika kita menanam padi (akhirat), maka rumput (dunia) akan ikut tumbuh secara otomatis. Namun, jika kita hanya menanam rumput (dunia), jangan pernah berharap padi akan tumbuh,” tegasnya.
Pesan ini selaras dengan arahan Ketua Harian Mabicab Kabupaten Majalengka, H. Rd. Muhammad Umar Ma’ruf, S.Sos., M.Si., yang hadir mewakili Ketua Kwarcab Drs. H. Eman Suherman, M.M. Umar Ma’ruf menekankan bahwa nilai-nilai spiritual yang disampaikan dalam tausiyah tersebut merupakan pengejawantahan dari Dasa Darma Pramuka untuk membentuk pemuda berakhlak mulia menuju Indonesia Emas.
Acara yang dihadiri oleh Pimpinan Kwarcab, Andalan, DKC, serta seluruh unsur Kwarran dan Gugus Depan ini diakhiri dengan suasana penuh kebersamaan dalam sesi buka puasa bersama, memperkuat tali silaturahmi sebagai energi untuk terus mengabdi bagi Majalengka yang langkung sae.
Kontributor : Endang Mu’min


Komentar