Sindangwangi (KEMENAG) — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sindangwangi, Taufik Rohman, S.Ag., menghadiri kegiatan Rembug Stunting Desa Jerukleueut yang digelar di Balai Desa Jerukleueut, Jumat (31/7/2026). Kehadiran unsur KUA tersebut menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Agama Kabupaten Majalengka dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui pendekatan keagamaan dan edukasi ketahanan keluarga.
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh pemangku kepentingan lintas sektoral, mulai dari Camat Sindangwangi Fazria Pria Perdana, SH., Kepala Desa Jerukleueut Ardi, BSc.F. beserta perangkat, BPD, Pendamping Desa, hingga jajaran tenaga kesehatan yang dipimpin oleh Kepala Puskesmas Sindangwangi, Hj. Neneng Nani Suryani, S.ST. Turut hadir lintas elemen masyarakat seperti TP PKK Desa, Kader Posyandu, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Tim Pendamping Keluarga (TPK), Penyuluh KB, guru PAUD, tokoh agama, tokoh masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perwakilan keluarga sasaran.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, Ketua Rumah Desa Sehat (RDS) menyampaikan laporan terkait kondisi terkini pencegahan stunting di Desa Jerukleueut, yang disusul dengan sambutan dari Kepala Desa sekaligus membuka acara secara resmi.
Memasuki sesi pemaparan, para narasumber yang terdiri dari Kepala Puskesmas Sindangwangi Hj. Neneng Nani Suryani, S.ST., Kepala KUA Sindangwangi Taufik Rohman, S.Ag., Camat, dan Kepala Desa memberikan pengarahan mendalam. Data serta peta kondisi gizi anak dipaparkan secara rinci oleh KPM, Bidan Desa, TPK, dan tim kesehatan Puskesmas. Forum kemudian berlanjut pada pembahasan interaktif untuk mengidentifikasi akar permasalahan pencegahan stunting di tingkat desa.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala KUA Kecamatan Sindangwangi, Taufik, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemangku kebijakan dengan tokoh agama dalam mengedukasi calon pengantin dan pasangan muda.
“Pencegahan stunting tidak hanya urusan medis, tetapi juga berkaitan erat dengan pemahaman keagamaan tentang fondasi keluarga sakinah. KUA melalui peran penyuluh agama siap mengoptimalkan bimbingan perkawinan (Bimwin) dan edukasi kesehatan reproduksi dari sudut pandang Islam agar calon pengantin memiliki kesiapan lahir dan batin sebelum membangun rumah tangga,” tegas Taufik.
Melalui diskusi yang produktif, forum sukses merumuskan dan menyepakati usulan program intervensi gizi spesifik maupun sensitif. Usulan prioritas ini disepakati bersama untuk diintegrasikan ke dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara komitmen bersama seluruh elemen yang hadir.
Dari kegiatan ini, terwujud kesepakatan kolektif mengenai penanganan stunting berbasis kebutuhan nyata masyarakat. Sinergi yang terbangun antara KUA, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting secara signifikan di Desa Jerukleueut.
Langkah kolaboratif ini menjadi wujud nyata komitmen Kementerian Agama Kabupaten Majalengka dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang berdampak langsung pada kesejahteraan, kesehatan, dan kualitas hidup masyarakat.
Kontributor : Muhammad Hasby Aziz


Komentar