Talaga (KEMENAG) — Kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Majalengka berlangsung semarak. Ratusan siswa madrasah turut ambil bagian memadati Alun-alun Talaga pada Selasa (18/8/2026) dalam ajang karnaval kemerdekaan yang menampilkan beragam potensi, karya seni, dan kreativitas peserta didik.
Di antara jajaran peserta karnaval, karya siswa kelas XII-10 berhasil menarik perhatian masyarakat dan para tamu undangan. Mereka tampil memukau dengan mengusung kostum tematik bertajuk “Pesona Bunga Kemerdekaan”, sebuah busana kreasi bernuansa putih dan merah muda berdesain bertingkat yang dipadukan secara artistik dengan motif bunga nusantara.
Kostum megah tersebut merupakan hasil karya mandiri tim siswa kelas XII-10 yang dirancang tidak sekadar sebagai pakaian peragaan, melainkan sebagai media ekspresi, pengasahan bakat, dan penyaluran keterampilan vokasional madrasah.

Proses kreatif pembuatan busana ini mengkolaborasikan berbagai peran peserta didik kelas XII-10. Filia Zahra Ayuningtias bertindak sebagai desainer sekaligus perupa yang melukis dan memberikan sentuhan estetika pada busana. Sementara itu, kostum tersebut diperagakan secara anggun oleh Zahra Afifa sepanjang rute karnaval di Alun-alun Talaga.
Guru Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU), Nonoh Muawanah, S.Pd., menyampaikan bahwa proses pengerjaan kostum ini sepenuhnya memanfaatkan potensi siswa melalui pendampingan mata pelajaran PKWU.
“Kami memberikan arahan teknis pengembangan desain dan proses pengerjaan, namun ide dasar serta sentuhan artistiknya murni lahir dari keberanian dan kreativitas siswa sendiri,” ujar Nonoh saat mendampingi kegiatan.
Sementara itu, Wali Kelas XII-10, Heni Fauziah Hidayat, S.Pd., yang turut mendampingi langsung para siswa di lapangan mengungkapkan rasa bangganya atas dedikasi dan kekompakan anak didiknya. Menurutnya, kolaborasi ini membuktikan bahwa peringatan hari kemerdekaan di lingkungan madrasah bukan sekadar rutinitas seremonial tahunan.
“Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang sangat nyata (real learning experience). Siswa belajar tentang kepemimpinan, kerja sama tim, manajemen waktu, hingga keberanian untuk tampil di depan umum. Sinergi antara guru PKWU, wali kelas, dan siswa kelas XII-10 menjadi kunci suksesnya karya ini,” ungkap Heni.

Filosofi tema “Pesona Bunga Kemerdekaan” melambangkan semangat generasi muda madrasah yang terus tumbuh, mekar, dan berkembang di tengah tantangan zaman. Bunga menjadi simbol mekarnya potensi peserta didik, sedangkan keberanian memadukan ragam warna dan hiasan mencerminkan rasa percaya diri untuk menunjukkan identitas diri melalui karya nyata.
Kegiatan karnaval ini sekaligus menjadi ajang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan di luar pembelajaran akademik. Melalui proses ini, para siswa belajar bahwa sebuah karya bernilai tinggi tidak selalu lahir dari sesuatu yang rumit, melainkan bermula dari keberanian memiliki gagasan, kemauan mencoba, serta kerja sama yang solid hingga tuntas.
Melalui momentum HUT ke-81 RI ini, kreativitas siswa mendapatkan ruang yang seluas-luasnya untuk tumbuh. Karnaval tidak sekadar menjadi perayaan kemerdekaan, tetapi menjadi panggung bagi generasi muda untuk menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui karya, kreativitas, kolaborasi, dan keberanian untuk tampil beda.
Jajaran MAN 1 Majalengka memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inovasi dan semangat berkarya peserta didik madrasah. Diharapkan momentum peringatan HUT ke-81 RI ini terus memicu lahirnya ruang-ruang kreatif bagi generasi muda madrasah.
Ke depan, kegiatan semacam ini diharapkan dapat berkelanjutan untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan karakter dan layanan edukatif di lingkungan MAN 1 Majalengka, sehingga memunculkan generasi muda yang mandiri, berprestasi, berdaya saing tinggi, serta berani berkarya bagi bangsa dan negara.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar