Jatiwangi (KEMENAG) — Sorak yel-yel bergema di Bumi Perkemahan (Buper) Desa Mekarsari, Kecamatan Jatiwangi, saat kontingen Pramuka MAN 3 Majalengka tampil dalam lomba yel-yel Raimuna Jatiwangi 2026, Jumat (14/8/2026). Kekompakan gerakan, kekuatan suara, dan ketepatan formasi menjadi kekuatan utama yang ditampilkan para peserta.
Tampil di hadapan dewan juri dan peserta lainnya, kontingen MAN 3 Majalengka langsung membangun energi sejak awal penampilan. Gerakan yang serempak dipadukan dengan variasi formasi dan yel-yel yang dinamis membuat penampilan berlangsung atraktif.
Penampilan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Raimuna Jatiwangi 2026 yang mempertemukan peserta Pramuka dalam berbagai kegiatan dan perlombaan. Lomba yel-yel menjadi salah satu ruang bagi peserta untuk menguji kreativitas, kekompakan, keberanian, dan kemampuan bekerja sama dalam satu tim.
Pembina Pramuka MAN 3 Majalengka, Solehudin, S.Pd.I., mengapresiasi penampilan para siswa. Menurutnya, kekompakan yang ditunjukkan di arena lomba tidak muncul secara instan, tetapi merupakan hasil latihan dan kerja sama yang dilakukan secara konsisten.
“Kekompakan yang ditampilkan hari ini merupakan hasil dari disiplin latihan dan kerja sama seluruh anggota. Mereka tidak hanya belajar membuat yel-yel, tetapi juga belajar mendengar, mengikuti arahan, dan bergerak sebagai satu tim,” ujar Solehudin di lokasi kegiatan.
Ia berharap pengalaman mengikuti Raimuna Jatiwangi dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan kepramukaan. Menurutnya, keberanian tampil di depan banyak orang juga menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran siswa.
“Yang paling penting bukan hanya bagaimana mereka tampil dalam perlombaan, tetapi bagaimana pengalaman ini membentuk keberanian, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab. Itu yang akan mereka bawa kembali ke madrasah,” katanya.
Keikutsertaan MAN 3 Majalengka dalam Raimuna Jatiwangi 2026 sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi di luar pembelajaran kelas. Melalui kegiatan kepramukaan, siswa dilatih bekerja sama, menghargai peran anggota lain, dan menyelesaikan tantangan secara bersama-sama.
Solehudin menambahkan, pembinaan Pramuka di MAN 3 Majalengka akan terus dikembangkan melalui latihan dan kegiatan yang lebih beragam.
“Kami akan terus mendampingi anak-anak agar potensi mereka berkembang. Setiap perlombaan adalah pengalaman, dan setiap pengalaman menjadi bagian dari proses mereka untuk menjadi lebih baik,” ujarnya.
Kontributor : Firman Saefatullah


Komentar