Berita Daerah
Beranda » Berita » Khutbah Jumat di MAN 3 Majalengka Paparkan Empat Amalan Terberat sebagai Kunci Meraih Kesuksesan

Khutbah Jumat di MAN 3 Majalengka Paparkan Empat Amalan Terberat sebagai Kunci Meraih Kesuksesan

Jatiwangi (KEMENAG) — Suasana tenang menyelimuti Masjid Al Azfar MAN 3 Majalengka saat guru, tenaga kependidikan, dan seluruh siswa menunaikan Salat Jumat berjamaah, Jumat (31/7/2026). Di tengah kekhusyukan ibadah, jamaah diajak merenungkan sebuah pertanyaan sederhana: mengapa sebagian amalan terasa begitu berat dilakukan, meskipun setiap orang mengetahui bahwa amalan tersebut sangat mulia di sisi Allah Swt.?

Pertanyaan itulah yang menjadi benang merah khutbah yang disampaikan Guru Bahasa Arab MAN 3 Majalengka, H. Agus Jamaluddin, M.Pd. Menurutnya, ada sejumlah amalan yang tidak menuntut harta berlimpah ataupun kedudukan tinggi, tetapi membutuhkan sesuatu yang jauh lebih sulit, yakni kemampuan menundukkan hawa nafsu dan ego diri.

“Empat amalan ini dikategorikan berat karena membutuhkan komitmen iman yang kuat serta kelapangan hati yang luar biasa untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia mengawali penjelasannya dengan mengajak jamaah membayangkan keadaan ketika amarah sedang memuncak. Dalam situasi seperti itu, memaafkan sering kali terasa mustahil. Padahal, justru pada saat itulah seseorang sedang diuji. Memaafkan ketika memiliki kesempatan untuk membalas merupakan cerminan kekuatan jiwa yang sesungguhnya. Bukan karena tidak mampu membalas, melainkan karena memilih mengedepankan kasih sayang demi meraih rida Allah Swt.

Khutbah kemudian berlanjut pada amalan yang tidak kalah berat, yakni tetap gemar bersedekah ketika keadaan ekonomi sedang sulit. Bersedekah saat memiliki kelebihan tentu merupakan perbuatan yang baik. Namun, tetap menyisihkan sebagian rezeki di tengah keterbatasan menunjukkan keyakinan bahwa setiap pemberian di jalan Allah Swt. tidak akan mengurangi nikmat yang telah dianugerahkan-Nya.

Kokurikuler MTsN 7 Majalengka Tanamkan Kepedulian Lingkungan melalui Gerakan Penghijauan di Depan Kelas

Setelah itu, jamaah diajak melihat sisi lain dari keimanan, yakni ketika seseorang berada dalam kesendirian. Tidak ada manusia yang mengawasi dan tidak ada pula yang mengetahui apa yang dilakukannya. Menurut H. Agus, di situlah letak ujian yang sesungguhnya. Menjaga diri dari perbuatan maksiat ketika hanya Allah Swt. yang menyaksikan menjadi bukti bahwa rasa takut kepada-Nya benar-benar tertanam dalam hati.

Menjelang akhir khutbah, ia mengingatkan pentingnya keberanian untuk tetap mengatakan yang benar. Tidak sedikit orang mampu berkata jujur kepada sesama, tetapi memilih diam ketika berhadapan dengan orang yang memiliki kekuasaan atau ketika ada kepentingan yang ingin diraih. Padahal, keberanian menyampaikan kebenaran tanpa dipengaruhi rasa takut maupun harapan memperoleh keuntungan merupakan salah satu akhlak yang sangat dicintai Allah Swt.

Rangkaian Salat Jumat berlangsung dengan tertib dan khusyuk. Kegiatan diawali dengan pelantunan azan, dilanjutkan penyampaian khutbah, kemudian ditutup dengan pelaksanaan Salat Jumat berjamaah.

Melalui pembinaan rohani yang rutin dilaksanakan setiap pekan, MAN 3 Majalengka terus menghadirkan nilai-nilai keislaman yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Pesan-pesan yang disampaikan dalam khutbah diharapkan tidak hanya menjadi ilmu yang didengar, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari sehingga mampu membentuk pribadi yang sabar, dermawan, menjaga kehormatan diri, serta berani menegakkan kebenaran di mana pun berada.

MTsN 7 Majalengka Perkuat Literasi Publik melalui Pembentukan Tim Kontributor Berita

Kontributor : Firman Saefatullah (Humas MAN 3 Majalengka)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *