Majalengka (Kemenag) — Upaya membangun budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan terus didorong melalui kegiatan Senam SAEhat yang melibatkan guru olahraga jenjang RA dan madrasah. Kegiatan tersebut berlangsung di Indoor GGM Talaga Manggung Majalengka, Selasa (15/9/2026), dan turut dihadiri H. Engkos Koswara, S.Pd. dari MTsN 2 Majalengka.
Kegiatan Senam SAEhat dihadiri sekaligus dibuka oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, H. Ade Firmansyah, S.Sos.I., M.Pd.I. Kehadiran para guru olahraga dari berbagai jenjang menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik dalam mendukung kesehatan dan kualitas pendidikan.
Dalam sambutannya, H. Ade Firmansyah menyampaikan bahwa Senam SAEhat merupakan salah satu bentuk kolaborasi antara Kementerian Agama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan bersama, tetapi dapat menjadi kebiasaan yang diterapkan di masing-masing satuan pendidikan.
“Sebagai salah satu bentuk kolaborasi antara Kementerian Agama dengan Pemerintah Daerah Majalengka, ke depannya Senam SAEhat diharapkan dapat dilaksanakan di setiap sekolah, paling tidak satu bulan satu kali,” ujarnya.
Menurutnya, pembiasaan aktivitas fisik di lingkungan sekolah dan madrasah memiliki peran penting dalam menciptakan peserta didik yang sehat dan siap mengikuti proses pembelajaran. Karena itu, guru olahraga diharapkan dapat menjadi penggerak dalam menumbuhkan kebiasaan hidup sehat di satuan pendidikan masing-masing.
Bagi MTsN 2 Majalengka, kehadiran H. Engkos Koswara dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan madrasah terhadap program yang mendorong pola hidup sehat di lingkungan pendidikan. Selain memberikan manfaat bagi kebugaran tubuh, kegiatan senam juga dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun semangat kebersamaan antarguru olahraga RA dan madrasah.
Melalui kolaborasi antara Kemenag dan Pemerintah Daerah tersebut, Senam SAEhat diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan pembiasaan yang hadir secara rutin di sekolah dan madrasah. Dengan demikian, budaya hidup sehat dapat tumbuh tidak hanya melalui pembelajaran, tetapi juga melalui praktik nyata dalam keseharian warga pendidikan.


Komentar