Berita Daerah
Beranda » Berita » Keberagaman Menjadi Kekuatan, MAN 3 Majalengka Perkuat Nilai Moderasi Beragama pada MATAMUDA 2026

Keberagaman Menjadi Kekuatan, MAN 3 Majalengka Perkuat Nilai Moderasi Beragama pada MATAMUDA 2026

Jatiwangi (KEMENAG) — Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) 2026 di MAN 3 Majalengka tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan madrasah, tetapi juga momentum menanamkan nilai-nilai moderasi beragama. Semua murid baru mengikuti pembekalan tersebut di Aula Indoor MAN 3 Majalengka, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam mendukung penguatan moderasi beragama sebagai salah satu program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia. Sejak hari pertama menjadi bagian dari keluarga besar madrasah, peserta didik dibimbing untuk membangun karakter yang religius, toleran, dan menghargai keberagaman.

Membentuk Cara Pandang yang Moderat

Materi disampaikan oleh Wakil Kepala MAN 3 Majalengka Bidang Hubungan Masyarakat, Nana Misnara, S.Pd. Melalui pemaparan materi, diskusi, dan sesi tanya jawab, peserta diajak memahami makna moderasi beragama beserta implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Nana menjelaskan bahwa moderasi beragama bukanlah upaya mencampuradukkan ajaran agama ataupun mengurangi keyakinan seseorang. Sebaliknya, moderasi mengajarkan setiap individu untuk tetap teguh menjalankan ajaran agamanya, sekaligus menghormati hak orang lain dalam menjalankan keyakinannya.

“Moderasi beragama adalah tentang keseimbangan. Kita tetap teguh pada keyakinan masing-masing, tetapi mampu menghormati orang lain, bekerja sama, dan menjaga persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat penting ditanamkan sejak awal agar peserta didik tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan dan kepedulian sosial.

Kakanwil Kemenag Jabar Monev KUA Sumberjaya: Tekankan Kebersihan dan Siapkan Program Rehabilitasi

Keberagaman Menjadi Ruang Belajar

Dalam penyampaian materi, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara konseptual. Mereka juga diajak melihat praktik nyata moderasi beragama yang telah menjadi budaya di lingkungan MAN 3 Majalengka.

Nana menuturkan bahwa warga madrasah terbiasa membangun hubungan yang harmonis, saling menghormati, dan bekerja sama tanpa memandang latar belakang agama, suku, maupun budaya. Nilai tersebut menjadi bagian dari budaya kerja sekaligus budaya belajar yang terus dipelihara.

Salah satu contoh yang disampaikan ialah sikap hormat seluruh peserta didik kepada guru, termasuk guru yang memiliki latar belakang agama berbeda. Penghormatan tersebut diberikan atas dasar profesionalisme, akhlak mulia, dan penghargaan terhadap sesama manusia.

“Di lingkungan MAN 3 Majalengka terdapat guru dengan latar belakang agama yang berbeda. Kehadirannya menjadi pembelajaran nyata bagi peserta didik bahwa saling menghormati adalah bagian dari akhlak mulia sekaligus implementasi moderasi beragama,” jelas Nana.

Moderasi Beragama dalam Kehidupan Sehari-hari

Selama kegiatan berlangsung, suasana diskusi terasa hidup. Para murid baru aktif mengajukan pertanyaan mengenai penerapan moderasi beragama, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat.

Tinjau Pembangunan KUA Sukahaji Berdana SBSN, Kakanwil Kemenag Jabar Apresiasi Progres Capaian Kerja

Peserta diajak memahami bahwa toleransi tidak berarti mengaburkan keyakinan agama. Sebaliknya, toleransi merupakan sikap menghargai hak orang lain, menjaga etika dalam pergaulan, serta membangun kehidupan yang damai di tengah keberagaman.

Pemahaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi peserta didik dalam membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh warga madrasah serta mampu menjadi teladan di lingkungan sekitarnya.

Komitmen Madrasah Membangun Karakter

Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, para peserta mampu memahami konsep dasar moderasi beragama beserta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme peserta selama mengikuti kegiatan menunjukkan tingginya kesadaran untuk membangun budaya saling menghargai sejak awal menempuh pendidikan di MAN 3 Majalengka.

Nilai-nilai moderasi beragama akan terus diperkuat melalui berbagai kegiatan di madrasah. Dengan pembiasaan yang dilakukan setiap hari, peserta didik diharapkan terbiasa menghargai perbedaan, menjaga sikap saling menghormati, serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan mampu hidup berdampingan dengan siapa pun.

Pengawas Pembina Monitoring Awal Tahun Pelajaran di MAN 3 Majalengka

Melalui MATAMUDA, MAN 3 Majalengka menegaskan bahwa moderasi beragama bukan hanya menjadi materi pembelajaran, tetapi telah menjadi budaya yang tumbuh dan dipraktikkan oleh seluruh warga madrasah sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Kementerian Agama dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, harmonis, dan bermutu.

Kontributor : Firman Saefatullah (HUMAS MAN 3 Majalengka)
Editor : D. Win

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *