Jatiwangi (KEMENAG) — Kolaborasi program Keterampilan Multimedia dan Perpustakaan MAN 3 Majalengka menghasilkan kartu anggota perpustakaan yang dirancang dan diproduksi secara mandiri oleh siswa. Kegiatan tersebut berlangsung di Studio Journal Three MAN 3 Majalengka, Jumat (14/8/2026), sekaligus menjadi praktik nyata pemanfaatan kompetensi multimedia untuk mendukung layanan madrasah.
Kegiatan diikuti Kepala Perpustakaan MAN 3 Majalengka, pustakawan, guru, dan siswa program Keterampilan Multimedia. Para siswa terlibat langsung dalam proses perancangan hingga pencetakan kartu anggota yang nantinya digunakan dalam layanan perpustakaan.
Kepala Perpustakaan MAN 3 Majalengka, Heni Supartini, S.S., mengatakan kolaborasi tersebut memberikan manfaat bagi kedua pihak. Perpustakaan mendapatkan dukungan dalam pengembangan layanan, sedangkan siswa memperoleh pengalaman mengerjakan produk yang benar-benar digunakan di lingkungan madrasah.
“Melalui kolaborasi ini, kita tidak hanya memberikan pelayanan yang memadai, tetapi juga melatih siswa multimedia agar mampu menghasilkan karya nyata yang langsung bermanfaat bagi ekosistem madrasah,” ujar Heni saat kegiatan bersama pustakawan Megawati Sinurat, S.Pd.
Dalam prosesnya, siswa terlebih dahulu merancang tampilan kartu dan menyesuaikannya dengan kebutuhan data anggota perpustakaan. Setelah desain dinyatakan siap, kartu dicetak menggunakan perangkat yang tersedia di Studio Journal Three.
Tahap berikutnya adalah uji coba. Siswa bersama pengelola perpustakaan memastikan kartu dapat digunakan dalam proses registrasi dan pencatatan kunjungan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan produk yang dibuat tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki fungsi yang jelas.
Kolaborasi ini sekaligus memberikan pengalaman kepada siswa bahwa keterampilan multimedia dapat diterapkan untuk menyelesaikan kebutuhan nyata di lingkungan kerja. Mereka tidak hanya belajar membuat desain, tetapi juga memahami proses produksi, ketelitian data, dan kebutuhan pengguna.
Heni berharap kerja sama antara perpustakaan dan program Keterampilan Multimedia dapat terus dikembangkan. Menurutnya, kolaborasi lintas unit seperti ini dapat melahirkan berbagai inovasi yang mendukung pelayanan sekaligus menjadi ruang belajar bagi siswa.
Ke depan, kartu anggota tersebut diharapkan dapat dikembangkan untuk mendukung layanan perpustakaan yang lebih terintegrasi, termasuk pencatatan kunjungan dan layanan literasi berbasis digital.
Melalui kolaborasi tersebut, MAN 3 Majalengka menunjukkan bahwa pembelajaran keterampilan dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan madrasah. Produk yang lahir dari proses belajar pun tidak berhenti sebagai tugas siswa, tetapi dapat langsung dimanfaatkan untuk memperkuat layanan kepada warga madrasah.
Kontributor : Firman Saefatullah


Komentar