Bandung (KEMENAG) – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan Pembinaan dan Penguatan Peran Kehumasan secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (22/5/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB ini diikuti oleh ratusan pengelola dan Pranata Humas dari Kantor Kemenag Kabupaten/Kota serta Satuan Kerja (Satker) se-Jawa Barat.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si., hadir langsung memberikan arahan kebijakan strategi kehumasan. Dalam kegiatan tersebut, Kakanwil didampingi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kanwil Kemenag Jabar, H. Muhammad Nur Rochmat Robi Abdul Rohim, S.Pd.I., serta Ketua Tim Informasi dan Humas (Inmas) Kanwil Kemenag Jabar, Ahmad Siddiq, S.Ag., M.M.
Dalam arahannya, H. Dudu Rohman menegaskan bahwa humas merupakan elemen sentral dan vital dalam membangun citra, menjaga nama baik, serta menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara lembaga dan masyarakat. Ia mengibaratkan perkembangan teknologi dan media sosial hari ini sebagai kekuatan “angkatan udara” bagi instansi pemerintahan.

“Perang kita hari ini bukan lagi menggunakan senjata fisik, melainkan melalui teknologi informasi. Media sosial adalah instrumen komunikasi yang luar biasa efektif. Melalui media sosial, citra lembaga bisa ditingkatkan, namun sebaliknya, harga diri lembaga juga bisa jatuh jika kita tidak mampu mengelolanya dengan baik,” ujar Dudu di hadapan peserta virtual.
Kakanwil juga menyoroti pentingnya peran humas dalam menangkal penyebaran berita bohong (hoaks) yang bergerak sangat masif di era digital. Ia meminta seluruh jajaran kehumasan Kemenag di Jawa Barat untuk selalu mengedepankan prinsip penyampaian informasi yang benar, santun, dan membawa kemaslahatan publik.
Rumus 5W + 1H dan Peningkatan Kompetensi Teknis
Guna menghadapi tantangan kehumasan masa kini, Dudu mendorong para praktisi humas di daerah untuk terus meningkatkan kemampuan dasar jurnalistik, khususnya dalam menguasai rumus dasar penulisan berita, yaitu 5W + 1H (What, Who, When, Where, Why, dan How).
“Humas harus mampu menulis dengan singkat, jelas, dan menarik. Perhatikan juga estetika dalam pengambilan dokumentasi foto atau video. Jangan sampai dokumen yang dipublikasikan tidak layak atau terpotong sehingga memicu salah paham,” tegasnya.
Ia juga membagikan sejumlah tips praktis dalam menyusun rilis berita, di antaranya menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami masyarakat, menghindari struktur kalimat yang terlalu panjang, serta selalu menyertakan kutipan kebijakan pimpinan yang dikemas secara apik dan edukatif.
Apresiasi dan Rencana Reward Akhir Tahun
Kendati menyadari adanya berbagai keterbatasan, termasuk dari segi fasilitasi anggaran operasional kehumasan, Kakanwil memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pengelola humas di Jawa Barat yang tetap menjaga ritme kerja dan terus aktif berproduksi.
Sebagai bentuk motivasi dan penguatan komitmen, di akhir arahannya Kakanwil menginstruksikan Ketua Tim Inmas untuk melakukan evaluasi performa kehumasan di tingkat kota, kabupaten, maupun satker.
“Silakan dipantau keaktifan publikasi rilis dari setiap daerah. Di akhir tahun nanti, kita akan memberikan reward (penghargaan) khusus bagi humas kabupaten atau kota yang terbukti paling aktif dan konsisten dalam mempublikasikan program-program Kemenag kepada masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan pembinaan daring ini berjalan dengan interaktif dan diakhiri dengan sesi koordinasi teknis mengenai perencanaan program kehumasan regional Jawa Barat ke depan.
Kontributor : Endang Mu’min


Komentar