Berita Daerah
Beranda » Berita » Kaji Al Jurumiyah dan Amtsilah al Tasrifiyah, Santri MAN 3 Majalengka Siap Mendalami Turats

Kaji Al Jurumiyah dan Amtsilah al Tasrifiyah, Santri MAN 3 Majalengka Siap Mendalami Turats

Jatiwangi (KEMENAG) — Pondok Pesantren MAN 3 Majalengka mengawali pembelajaran kitab kuning melalui kegiatan Pembukaan PengajianAl Jurumiyah dan Amtsilah al Tasrifiyah dengan tema “Belajar Kitab Kuning itu Mudah dan Menyenangkan” pada Senin (13/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Belajar Bersama (RBB) Pondok Pesantren MAN 3 Majalengka ini diikuti oleh seluruh santri putra dan putri sebagai bagian dari penguatan kompetensi keilmuan Islam dan tradisi pesantren.

Kegiatan dibuka dengan pembacaan tawasul sebagai bentuk ikhtiar memohon keberkahan dalam menuntut ilmu. Selanjutnya, Kepala Asrama Pondok Pesantren yang juga Guru Bahasa Arab MAN 3 Majalengka, K. Agus Jamaluddin, M.Pd., menyampaikan pengantar mengenai pentingnya mempelajari kitab kuning sebagai sumber rujukan utama dalam memahami ilmu-ilmu keislaman, khususnya ilmu nahwu dan shorof.

Dalam penyampaiannya, K. Agus Jamaluddin memperkenalkan para pengarang Kitab Al Jurumiyah dan Amtsilah al Tasrifiyah, menjelaskan kandungan pokok kedua kitab, serta memberikan pemahaman tentang adab yang harus dimiliki seorang santri ketika mempelajari kitab kuning. Materi tersebut menjadi landasan sebelum santri memasuki proses pembelajaran yang lebih mendalam.

“Belajar kitab kuning tidaklah sulit apabila dimulai dengan niat yang baik, memahami adab dalam menuntut ilmu, serta dilakukan secara bertahap dan istiqamah. Melalui metode yang tepat, insyaallah santri akan mampu membaca dan memahami kitab secara mandiri,” ujar K. Agus Jamaluddin.

Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan metode bandongan, yaitu guru membacakan teks kitab sekaligus menjelaskan makna dan maksud (murod) dari setiap pembahasan. Setelah itu, para santri diberi kesempatan mempraktikkan kemampuan membaca kitab melalui metode sorogan, sehingga mereka dapat memperoleh bimbingan secara langsung terkait ketepatan membaca maupun pemahaman isi kitab.

Kakanwil Kemenag Jabar Monev KUA Sumberjaya: Tekankan Kebersihan dan Siapkan Program Rehabilitasi

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, para santri tidak hanya dikenalkan pada teknik membaca kitab kuning, tetapi juga dibimbing untuk memahami kaidah nahwu dan shorof sebagai dasar dalam mengkaji literatur klasik Islam. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus kecintaan santri terhadap tradisi keilmuan pesantren.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para santri mulai memahami adab dalam mempelajari kitab kuning, mampu menjelaskan kembali materi yang telah dipelajari, serta menunjukkan kemampuan membaca kitab sesuai dengan kaidah nahwu dan shorof secara lebih baik. Capaian tersebut menjadi modal awal dalam membangun kemampuan literasi keislaman yang kuat dan berkelanjutan.

Ke depan, pengajian Al Jurumiyah dan Amtsilah al Tasrifiyah akan dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari program pembinaan Pondok Pesantren MAN 3 Majalengka. Melalui pembelajaran yang berkesinambungan, diharapkan para santri semakin terampil membaca, memahami, dan mengkaji kitab-kitab turats sehingga mampu mengembangkan wawasan keislaman yang mendalam serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini menjadi salah satu wujud komitmen MAN 3 Majalengka dalam memperkuat pendidikan keagamaan berbasis pesantren. Diharapkan, pembinaan yang dilakukan secara konsisten dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama serta melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu menjaga khazanah keilmuan Islam di tengah perkembangan zaman.

Kontributor : Firman Saefatullah (HUMAS MAN 3 Majalengka)
Editor : Dwi Winarti

Tinjau Pembangunan KUA Sukahaji Berdana SBSN, Kakanwil Kemenag Jabar Apresiasi Progres Capaian Kerja

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *