Jatiwangi (KEMENAG) — Pengabdian seorang guru tidak berhenti ketika ia menutup lembar terakhir pengabdiannya. Ilmu yang dibagikan, keteladanan yang ditunjukkan, dan kebaikan yang ditanamkan akan terus hidup dalam ingatan para murid dan rekan sejawat. Nilai-nilai itulah yang melekat pada sosok Budiman Apriyossa, S.Pd., guru Kimia Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Majalengka yang berpulang ke rahmatullah pada Jumat malam (16/10/2026) di salah satu rumah sakit di Jakarta setelah menjalani perawatan medis.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar MAN 3 Majalengka. Pada Sabtu (17/10/2026), jajaran pimpinan, guru, tenaga kependidikan, dan siswa berkumpul di lingkungan madrasah untuk takziah sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus ungkapan belasungkawa atas kepergian sosok pendidik yang telah puluhan tahun mengabdikan diri.
Bagi keluarga besar madrasah, Pak Budiman bukan sekadar guru yang mengajarkan rumus, reaksi, dan konsep-konsep Kimia. Lebih dari itu, ia merupakan bagian dari perjalanan pendidikan banyak generasi siswa. Sikap santun, keramahan, dan dedikasinya dalam menjalankan tugas menjadi kenangan yang membekas bagi orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya.
Puluhan tahun pengabdian menjadi bagian penting dari perjalanan hidup almarhum sebagai pendidik. Di ruang kelas, ilmu pengetahuan menjadi bekal yang diberikan kepada siswa. Dalam keseharian, sikap dan perilakunya turut menjadi pelajaran tentang bagaimana seorang guru menjalankan tanggung jawab dengan ketulusan.
Hj. Ela Nuralaela, M. Pd., Kepala MAN 3 Majalengka menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya salah satu guru terbaik di lingkungan madrasah.
“Kami keluarga besar MAN 3 Majalengka merasa sangat kehilangan atas berpulangnya Bapak Budiman Apriyossa. Selama puluhan tahun mengabdi, beliau tidak hanya mengajarkan ilmu Kimia, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter, keteladanan, dan kebaikan kepada murid-muridnya. Semoga almarhum diampuni segala khilafnya, diterima amal ibadahnya, dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Swt. dalam keadaan husnul khatimah,” tuturnya.
Doa yang dipanjatkan bersama menjadi ungkapan kasih dan penghormatan kepada almarhum. Di tengah suasana duka, tersimpan pula harapan agar nilai-nilai kebaikan yang diwariskan selama menjalankan tugas sebagai guru tetap tumbuh dalam kehidupan madrasah.
Kepergian Budiman Apriyossa mengingatkan kembali bahwa tugas seorang pendidik tidak semata-mata menyampaikan materi pelajaran. Guru juga mengambil bagian dalam membentuk karakter, menumbuhkan semangat belajar, dan menyiapkan generasi penerus yang berilmu serta berakhlak baik.
Bagi para siswa dan rekan sejawat, kenangan tentang almarhum dapat menjadi pengingat untuk terus menjaga semangat pengabdian, menghargai ilmu, dan menebarkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Selamat jalan, Pak Budiman. Semoga ilmu yang telah diajarkan menjadi amal jariah, keteladanan yang ditinggalkan menjadi inspirasi, dan segala kebaikan yang pernah ditanamkan terus berbuah manfaat bagi generasi penerus. Semoga Allah Swt. menerima seluruh amal ibadah almarhum dan menempatkannya di sisi-Nya dalam rahmat dan ampunan-Nya. Aamiin.
Kontributor : Firman Saefatullah


Komentar