Rajagaluh (KEMENAG) – Mengawali aktivitas belajar pada pekan pertama bulan Agustus, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 12 Majalengka kembali menggelar kegiatan rutin Upacara Bendera pada Senin (3/8/2026). Bertempat di lapangan utama madrasah, upacara kali ini berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh makna.
Tampil sebagai petugas upacara pada pekan ini adalah siswa-siswi dari kelas 9 B. Mereka berhasil menjalankan tugas pengibaran bendera dan rangkaian tata upacara lainnya dengan sangat baik dan disiplin. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi MTsN 12 Majalengka beserta jajaran pendidik.
Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Sulaeman, S.Pd.I. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan sebuah pesan moral yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari para siswa, yakni tentang pentingnya kesadaran dalam setiap tindakan dan larangan meremehkan perbuatan sekecil apa pun.
Bahaya Meremehkan Keburukan Kecil
Dalam amanatnya, Sulaeman menyoroti kebiasaan yang sering kali dianggap sepele oleh banyak orang. Ia mengingatkan para siswa untuk tidak pernah meremehkan hal-hal buruk sekecil apa pun, seperti membuang sampah sembarangan, melakukan perundungan (bullying), atau sekadar mengejek teman dengan dalih bercanda.
“Janganlah pernah sekali-kali kita menganggap remeh terhadap sesuatu hal kejelekan, sekecil apa pun perbuatan jelek itu. Boleh jadi dengan perbuatan jelek itu, orang lain tidak suka, orang lain marah terhadap diri kita, sehingga Allah pun benci terhadap diri kita,” tegas Sulaeman di hadapan seluruh peserta upacara.
Ia mengingatkan bahwa keburukan yang dianggap sepele bisa saja menjadi jalan datangnya murka Allah SWT yang pada akhirnya menjauhkan seseorang dari kebaikan.
Keutamaan Amal Kebaikan Sekecil Zarrah
Sebaliknya, Pembina Upacara juga menekankan agar siswa tidak pernah meremehkan perbuatan baik, walau sekecil apa pun bentuknya.
“Jangan pernah sekali-kali menganggap remeh terhadap hal-hal yang baik. Sekecil apa pun perbuatan baik itu, boleh jadi Allah akan mengangkat kita kepada derajat yang lebih baik. Mungkin dengan perbuatan baik itu orang lain suka, merasa bahagia, sehingga Allah pun merasa bangga dan tidak menutup kemungkinan akan membukakan pintu surga-Nya,” paparnya.
Sulaeman mengingatkan bahwa sebagai manusia, kita tidak pernah tahu secara pasti di mana letak rida maupun murka Allah SWT tersembunyi. Oleh karena itu, kunci utamanya adalah dengan terus menebarkan kebaikan di mana pun dan dalam kondisi apa pun kita berada.
Menjelang akhir amanatnya, beliau mengutip makna kandungan Al-Qur’an (Surah Az-Zalzalah ayat 7-8), yang menegaskan bahwa barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun niscaya akan melihat balasannya, dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun niscaya akan melihat balasannya pula.
“Titipkanlah kebaikan-kebaikan itu kepada siapa saja. Minimalnya kita akan dikenang oleh orang lain dengan kebaikan-kebaikan kita, dan lebih jauhnya yakinlah Allah akan membalas setiap amal kebaikan kita,” pungkas Sulaeman.
Melalui pesan yang menggugah ini, diharapkan seluruh civitas akademika MTsN 12 Majalengka dapat lebih mawas diri, menjaga perilaku, dan selalu terdorong untuk berlomba-lomba menebar kebaikan, dimulai dari hal-hal kecil di lingkungan madrasah.
Kontributor: Mohammad Rega Permana


Komentar