Rajagaluh (Kemenag) — Mandaka Visual Creative (MVC) merupakan salah satu ekstrakurikuler di MAN 2 Majalengka yang berfokus pada pengembangan kompetensi murid di bidang dokumentasi, fotografi, videografi, dan desain media kreatif.
Ekstrakurikuler Mandaka Visual Creative (MVC) kembali melaksanakan kegiatan rutin bertajuk “How to Be a Documenter” pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai sarana penguatan kompetensi anggota dalam bidang dokumentasi, khususnya dalam menjalankan tugas sebagai documenter pada berbagai kegiatan di lingkungan madrasah.
Kegiatan bertujuan mengingatkan kembali dasar-dasar dokumentasi acara, memperjelas berbagai aspek yang perlu diperhatikan saat menjadi documenter, serta membantu anggota memahami tugas dan tanggung jawab ketika melakukan dokumentasi di lapangan.
Pada pertemuan kali ini, kegiatan dikemas dalam suasana diskusi dan sharing yang santai. Materi yang sebelumnya pernah dipelajari kembali diulas secara lebih mendalam, mulai dari pentingnya memahami rundown kegiatan, menentukan momen-momen penting yang harus didokumentasikan, menerapkan variasi sudut pengambilan gambar (angle), hingga melakukan pengecekan hasil dokumentasi agar sesuai dengan kebutuhan publikasi.
Selain membahas aspek teknis, anggota juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya ketelitian, kepekaan terhadap jalannya kegiatan, serta kemampuan bekerja secara cepat tanpa mengabaikan kualitas hasil dokumentasi.
Pemateri kegiatan, Ananda Turki, menyampaikan bahwa seorang documenter tidak hanya bertugas mengambil foto atau video, tetapi juga bertanggung jawab mengabadikan setiap momen penting yang memiliki nilai informasi.
“Seorang documenter harus mampu memahami alur kegiatan sebelum dokumentasi dimulai. Dengan memahami rundown, kita dapat menentukan momen-momen yang tidak boleh terlewat. Dokumentasi yang baik bukan hanya menghasilkan foto yang menarik, tetapi juga mampu menceritakan jalannya sebuah kegiatan secara utuh dan informatif. Oleh karena itu, ketelitian, kreativitas, dan tanggung jawab harus selalu menjadi bekal utama seorang documenter,” ujar Turki.
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para anggota aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai teknik dokumentasi yang efektif untuk mendukung publikasi kegiatan madrasah.
Melalui kegiatan rutin ini, MVC MAN 2 Majalengka berharap seluruh anggota semakin memahami peran dan tanggung jawab sebagai documenter serta mampu menghasilkan dokumentasi yang berkualitas, informatif, dan bernilai jurnalistik. Kompetensi tersebut diharapkan dapat mendukung penyebarluasan berbagai kegiatan positif MAN 2 Majalengka kepada masyarakat melalui media publikasi yang profesional.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar