Talaga (KEMENAG) — MAN 1 Majalengka terus mendorong penguatan karakter dan literasi Al-Qur’an peserta didik melalui pendekatan yang humanis. Hal tersebut diwujudkan dalam kegiatan pembelajaran Fikih berbasis Kurikulum Berbasis Cinta yang diselenggarakan di Kelas XII.9, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan rutinitas yang diawali tepat pukul 07.00 hingga 07.15 WIB ini difokuskan pada pembiasaan tadarus Al-Qur’an. Berbeda dari metode pembelajaran konvensional, momen awal pembelajaran ini dimanfaatkan secara optimal oleh Guru Mata Pelajaran Fikih, Wawan Abdul Gani, M.Ag., untuk memetakan dan mengukur tingkat kemampuan membaca Al-Qur’an siswa secara individual melalui metode bimbingan tatap muka langsung (one-on-one).

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 33 siswa-siswi kelas XII.9 mengikuti kegiatan ini dengan tertib. Guna memastikan efektivitas dan kedekatan emosional antara guru dan murid, Wawan menerapkan skema bimbingan bertahap. Setiap pertemuan, sebanyak 5 hingga 6 siswa dipanggil bergiliran untuk membaca Al-Qur’an di hadapan guru, sementara peserta didik lainnya melaksanakan tadarus secara mandiri di meja masing-masing.
“Melalui metode berhadapan langsung ini, kita dapat mengetahui secara presisi tingkat kemampuan, makhraj, serta tajwid setiap siswa dalam membaca Al-Qur’an. Pendekatan berbasis cinta ini menekankan pada bimbingan yang penuh perhatian, kesabaran, dan tanpa tekanan, sehingga siswa merasa nyaman dan termotivasi untuk terus memperbaiki bacaannya,” ujar Wawan di sela-sela kegiatan.
Pendekatan bimbingan secara personal ini menjadi bagian integral dari tindak lanjut implementasi nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta yang mengedepankan kepedulian, kasih sayang, serta perhatian utuh terhadap perkembangan potensi individual peserta didik. Melalui pemetaan kemampuan yang akurat, tenaga pendidik dapat memberikan intervensi pembelajaran yang lebih tepat sasaran bagi siswa yang masih membutuhkan bimbingan khusus.
Diharapkan kegiatan pembiasaan dan bimbingan terpadu ini tidak hanya sekadar menjadi rutinitas akademik di dalam kelas, namun mampu membentuk pembiasaan positif yang melekat dalam diri siswa. Muaranya, pemahaman dan kecintaan terhadap Al-Qur’an tersebut dapat diimplementasikan secara konsisten dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
Pelaksanaan kegiatan inovatif ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif secara berkelanjutan terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan keagamaan di lingkungan MAN 1 Majalengka, sekaligus menjadi pendorong terwujudnya generasi muda yang berakhlak mulia, moderat, dan berintegritas tinggi.
Kontributor : Wawan Abdul Gani


Komentar