Talaga (Kemenag) — Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., menghadiri upacara adat tradisi Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung yang diselenggarakan di Museum Talaga Manggung, Senin (3/8/2026). Kegiatan pelestarian warisan leluhur ini turut mendapat apresiasi tinggi dari jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka sebagai sarana penguat nilai-nilai spiritual, moderasi beragama, dan tali silaturahmi kebangsaan.
Acara adat bersejarah tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, daerah, dan tokoh lintas lembaga, antara lain Anggota DPR RI Mayjen TNI (Purn) Dr. H. Tubagus Hasanuddin, S.E., M.M., Ketua Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat, Ketua KONI Jawa Barat, serta Kanjeng Gusti Agung Sultan Muhammad Saladin dari Keraton Kanoman Cirebon.
Turut hadir mendampingi yakni Ketua DPRD Kabupaten Majalengka beserta jajaran anggota dewan, Bunda Tita selaku inisiator kegiatan, Sekretaris Daerah, para Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Lapas Kelas IIA Majalengka, para Camat, kasepuhan, pinisepuh, kiai, hujjaj, asatidz, serta para penggiat dan tokoh budaya se-Wilayah Kabupaten Majalengka.
Dalam sambutannya, Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M. menyampaikan rasa syukur dan bangga atas konsistensi seluruh pihak dalam merawat tradisi tahunan ini. Menurutnya, tata kelola dan penataan penyelenggaraan tradisi Nyiramkeun tahun ini mengalami perkembangan yang sangat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau kita lihat dan bandingkan dengan kegiatan tahun lalu, hari ini kegiatan Nyiramkeun hadir sebagai bentuk tradisi dan penghormatan kita terhadap leluhur. Beliau para penggiat tidak pernah surut, tidak pernah lupa, dan selalu memberikan dukungan untuk kemajuan Talaga Manggung. Oleh karena itu, kebaikan ini mari kita doakan mudah-mudahan menjadi amal saleh yang dibalas oleh Allah SWT,” ujar Bupati Eman Suherman.
Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan rasa bahagianya atas pencapaian bersejarah di mana tradisi Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung secara resmi telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Provinsi Jawa Barat pada Februari 2026, yang disusul penetapannya sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
“Ini adalah dua kebahagiaan kita pada hari ini. Selain melihat perubahan fasilitas yang luar biasa, tradisi kita juga mendapat pengakuan resmi di tingkat provinsi maupun nasional. Oleh karena itu, mari kita jaga, pelihara, rawat, dan terus kembangkan. Tradisi ini bukan semata-mata bentuk penghormatan kepada leluhur, melainkan juga alat pemersatu dan sarana mempererat silaturahmi warga,” tegasnya.
Menanggapi kegiatan tersebut, Humas MAN 1 Majalengka Wawan Abdul Gani, M.Ag menyampaikan apresiasi dan dukungannya.
“Kami dari keluarga besar MAN 1 Majalengka sangat mengapresiasi penyelenggaraan tradisi Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung. Kegiatan ini bukan hanya melestarikan budaya, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter bagi generasi muda. Nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, dan cinta tanah air yang terkandung di dalamnya,” ujar Wawan.
Lebih lanjut, Wawan menambahkan bahwa pelibatan unsur tokoh agama, tokoh adat, dan pemerintah dalam satu kegiatan ini adalah contoh nyata implementasi moderasi beragama di Majalengka.
“Ini bukti bahwa agama, budaya, dan kebangsaan bisa berjalan beriringan. Kami berharap siswa-siswi MAN 1 Majalengka ke depan bisa ikut terlibat langsung, agar mereka memahami bahwa menjaga tradisi sama pentingnya dengan menjaga nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan,” pungkasnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kirab budaya yang diikuti secara khidmat oleh seluruh tamu undangan dan masyarakat luas, kemudian dilanjutkan dengan ritual penyucian (nyiramkeun) benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Talaga Manggung. Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, kesehatan, dan keberkahan seluruh warga Kabupaten Majalengka.
Diharapkan melalui penyelenggaraan kegiatan tradisi dan kebudayaan ini, sinergitas antara pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan erat. Hal tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap terciptanya suasana daerah yang kondusif, harmonis, serta mendukung peningkatan kualitas layanan keagamaan dan kebudayaan Kementerian Agama bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani _ Humas MAN 1 Majalengka


Komentar